AyoTau, Palu – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Sertifikasi Kompetensi Pemandu Wisata Paralayang pada 7–9 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Sertifikasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan standar profesionalisme yang diakui secara nasional bagi para pelaku wisata minat khusus, khususnya pemandu wisata paralayang yang semakin dibutuhkan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga dan wisata udara.
Melalui program ini, para peserta menjalani uji kompetensi yang mencakup penguasaan teknik paralayang, pemahaman prosedur keselamatan, hingga kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada wisatawan. Penilaian dilakukan untuk memastikan setiap pemandu memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar industri pariwisata.
Keberadaan pemandu wisata yang tersertifikasi dinilai penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan. Selain meningkatkan kualitas layanan, tenaga profesional yang kompeten juga diharapkan mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata minat khusus dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan teori dari para asesor dan instruktur berpengalaman, serta mengikuti praktik lapangan untuk menguji kemampuan teknis secara langsung. Metode ini diterapkan agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kondisi nyata.
Sesi praktik terbang dilaksanakan di kawasan Bukit Salena, Kota Palu, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tengah. Dari lokasi tersebut, peserta dapat menikmati panorama Kota Palu dari ketinggian sekaligus mengasah keterampilan dalam mendampingi wisatawan saat melakukan aktivitas paralayang.
Dinas Pariwisata berharap kegiatan sertifikasi kompetensi ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pariwisata daerah. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat citra Kota Palu dan Sulawesi Tengah sebagai destinasi wisata minat khusus yang aman, profesional, dan berdaya saing.(*)












