oleh

Imran: Siapkan Alat Berat untuk Wilayah Rawan Banjir

Ayotau, Sigi- Wakil Ketua II DPRD Sigi, Imran Latjedi mengatakan, demi meminimalisir terjadinya banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi perlu mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan sungai-sungai yang sering terjadi banjir, seperti di wilayah Kecamatan Dolo Selatan, Palolo dan Kulawi.

Imran juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Sigi menyiapkan alat berat di setiap Kecamatan yang rawan bencana longsor dan banjir.

“Kami juga terus dorong Pemkab agar anggarkan pengadaan alat berat, agar di setiap kecamatan yang sering terjadi banjir ada alat berat disitu,” kata Imran, Jumat, 1 April 2022.

Alat berat tersebut harapnya, standby pada kecamatan yang dimaksud selama musim penghujan, agar bisa cepat dimobilisasi saat terjadi longsor.

“Pemda harus siapkan alat berat untuk selalu standby, supaya kalau ada longsor dan bisa cepat ditangani,” harapnya.

“Iya, memang persoalan kebencanaan ini kita semua tidak ingin terjadi. Termasuk banjir. Sehingga pemerintah daerah perlu melakukan percepatan penanggulangan dan antisipasi sedini mungkin,” tutupnya.

Meski demikian, mantan Kepala Desa Lolu itu mengapresiasi Pemkab Sigi atas aksi cepat tanggap terhadap masyarakat terdampak banjir di beberapa titik di Kabupaten Sigi.

Dalam hal ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUP Sigi maupun relawan dinilai sangat responsif dalam penanganan banjir.

Anggota Fraksi Nasdem itu mengapresiasi langkah pemerintah setempat, yang telah tanggap dan langsung menyalurkan bantuan ke para warga yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah kecamatan beberapa waktu lalu.

“Saya melihat kesigapan mereka, di antaranya dengan mendirikan posko bencana, berikan bantuan hingga normalisasi sungai,” kata Imran.

“Bantuan ini tentunya sangat meringankan beban warga yang sedang tertimpa musibah banjir dan longsor,” tambahnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.