Desa Wisata Unsongi Tak Hanya Kejar Wisatawan, PT Vale Dorong Warga Peduli Sampah

AYOTAU, MOROWALI-  Pengembangan pariwisata di Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tidak hanya berbicara tentang destinasi dan potensi ekonomi. Seiring diluncurkannya Desa Wisata Unsongi, perhatian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dari pembangunan desa.

Hal tersebut diwujudkan melalui edukasi pengelolaan sampah (waste management) yang dihadirkan PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dalam rangkaian peluncuran Desa Wisata Unsongi.

Booth edukasi pengelolaan sampah menjadi ruang interaktif bagi masyarakat, pelajar, dan pengunjung untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan di tengah berkembangnya aktivitas wisata.

Materi yang diberikan mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, hingga praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan sampah menjadi produk daur ulang bernilai ekonomi.

Edukasi tersebut menjadi penting karena peningkatan aktivitas wisata berpotensi diikuti bertambahnya volume sampah. Karena itu, kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah perlu dibangun sejak awal agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.

Peserta kegiatan tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mengikuti permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan praktik sederhana. Anak-anak dan pelajar tampak antusias mengikuti berbagai aktivitas yang dikemas secara interaktif.

Community Development Officer IGP Morowali, Salwa, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Community-Based Tourism (CBT) yang diterapkan dalam pengembangan Desa Wisata Unsongi. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta keberlanjutan destinasi.

Melalui program ini, PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas pariwisata.

Ke depan, penguatan edukasi lingkungan diharapkan terus berjalan seiring dengan pengembangan Desa Wisata Unsongi. Dengan demikian, desa tidak hanya memiliki daya tarik wisata dari sisi alam dan budaya, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kolaborasi tersebut menjadi pesan penting bahwa membangun desa wisata bukan semata-mata mendatangkan pengunjung. Lebih jauh, pembangunan wisata harus mampu menjaga apa yang menjadi daya tarik desa sejak awal: alam yang lestari, budaya yang hidup, dan masyarakat yang menjadi penggeraknya. (**)