DP2KB Sulteng Tingkatkan Kapasitas Kader Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Donggala

AyoTau, Donggala – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Pelatihan dan Pelaporan Tumbuh Kembang Balita melalui Formulir KKA (Kartu Kembang Anak) di Kelurahan Ganti, Kabupaten Donggala, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Tengah, drg. Herri, M.Kes, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), Dr. Sulaeha.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memantau tumbuh kembang balita, mengisi formulir Kartu Kembang Anak (KKA) secara benar, serta menyusun laporan hasil pemantauan secara akurat dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan data tumbuh kembang anak sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan keluarga dan pencegahan stunting.

Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang KBKS DP2KBP3A Kabupaten Donggala, Listiyawati, serta Koordinator Penyuluh KB Kabupaten Donggala. Keduanya menyampaikan materi terkait peningkatan kapasitas kader serta tata cara pelaporan tumbuh kembang balita melalui pengisian formulir KKA secara tepat dan sistematis.

Dalam pemaparannya, Listiyawati mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Donggala, khususnya di Kelurahan Ganti, masih tergolong tinggi. Namun demikian, terjadi penurunan jumlah balita stunting dibandingkan tahun sebelumnya, dari 94 anak menjadi 64 anak.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya penanganan stunting, meskipun dukungan dan pendampingan yang lebih maksimal masih diperlukan, terutama bagi para kader yang berada di garis depan dalam melakukan skrining dan pemantauan balita berisiko stunting.

“Kami berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi untuk memperkuat peran kader dalam melakukan pendampingan dan skrining balita berisiko stunting di Kelurahan Ganti,” ujarnya.

Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan kader di tingkat kelurahan dalam memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Ganti, perwakilan ASN DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah, serta 15 kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) dari Kelurahan Ganti yang menjadi peserta pelatihan.(*)

News Feed