AyoTau, Palu — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Sri Atun, mendorong Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah untuk memperkuat program pelatihan dan peningkatan kapasitas guru sebagai langkah strategis dalam mendongkrak mutu pendidikan di daerah.
Hal itu disampaikannya saat menerima aspirasi pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Tengah di ruang Fraksi PKS DPRD Sulteng, Selasa (03/03/2026).
Anggota Fraksi PKS tersebut menilai persoalan pendidikan di Sulawesi Tengah masih sangat kompleks. Tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait sertifikasi guru, tetapi juga kualitas proses pembelajaran, keterbatasan pengawasan, hingga alokasi anggaran pendidikan yang dinilai belum optimal.
“Jika guru berkualitas, maka lulusan yang dihasilkan juga akan berkualitas. Namun fakta di lapangan belum sepenuhnya demikian,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Sulteng yang membidangi pendidikan, Sri Atun mengungkapkan masih terdapat sekolah dasar di sejumlah wilayah yang hanya memiliki satu aparatur sipil negara (ASN), yakni kepala sekolah. Sementara tenaga pengajar lainnya berstatus honorer dan sebagian baru diangkat menjadi PPPK.
Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya anggaran pengawasan pendidikan di beberapa kabupaten. Bahkan, ada daerah yang hanya mampu melakukan satu kali kunjungan pengawasan dalam setahun, padahal cakupan wilayah luas dan medan yang ditempuh cukup berat.
Di sisi lain, Sri Atun mengakui program beasiswa menjadi harapan masyarakat. Namun menurutnya, penguatan kapasitas guru juga perlu mendapat perhatian serius dalam pengalokasian anggaran.
“Ini bisa diperjuangkan melalui fungsi penganggaran di DPRD, karena jika hanya mengandalkan pokok-pokok pikiran dewan tentu sangat terbatas,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebijakan pendidikan ke depan harus lebih komprehensif dan berorientasi pada peningkatan mutu secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga penguatan kapasitas guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah.(*)







