AyoTau, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini memperpanjang rekor WTP Pemprov Sulteng menjadi 13 kali berturut-turut sejak 2012.
Opini tersebut diserahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Tengah, Selasa (2/6/2026), yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sulteng Arnila Hi. Moh. Ali didampingi Wakil Ketua II Syarifudin Hafid.
Staf Ahli Bidang Keuangan Pemerintah Pusat BPK RI, Dr. Ahmad Adib Susilo, menjelaskan bahwa meskipun masih ditemukan sejumlah catatan terkait sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap regulasi, temuan tersebut tidak berdampak material terhadap kewajaran laporan keuangan.
“Atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian,” ujarnya.
Wakil Ketua I DPRD Sulteng Arnila Hi. Moh. Ali mengapresiasi BPK RI dan Pemprov Sulteng atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil komitmen dan sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Ia menegaskan, opini WTP harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publik. DPRD, lanjutnya, akan terus mengawal tindak lanjut rekomendasi BPK melalui fungsi pengawasan yang optimal.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai opini WTP tahun ini memiliki makna khusus karena merupakan hasil pemeriksaan pada tahun pertama masa pemerintahannya.
“Alhamdulillah, kita bisa mengikuti jejak para pendahulu dengan tetap mempertahankan opini WTP,” kata Anwar.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama terkait validitas dan pengelolaan data. Ia meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti rekomendasi BPK guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah di masa mendatang.(*)







