Ayotau, Palu- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah melalui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) tengah menangani tiga proyek strategis daerah. Hal ini terungkap saat pertemuan evaluasi capaian realisasi fisik dan keuangan Dinas Cikasda Provinsi Sulteng sampai per 25 September 2022.
“Bidang Irigasi dan Rawa yang mendapatkan alokasi anggaran proyek strategis daerah harus selalu melaporkan perkembangan progres pekerjaan di lapangan,” tegas Plt Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulteng, Andi Ruly Djanggola, saat memimpin evaluasi.
Adapun proyek strategis daerah yang ditangani Dinas Cikasda yaitu pembangunan DI (daerah irigasi) Balukang II (lanjutan) dengan DAK pagu Rp9,270 miliar, rehabilitasi jaringan irigasi DI Bella dengan DAK pagu Rp4 miliar, dan pekerjaan konstruksi bendung Puna Kiri dengan pagu Rp4,7 miliar.
Melalui pertemuan ini, Ruly selaku Pengguna Anggaran (PA) Cikasda mengimbau untuk paket-paket konstruksi dengan nilai anggaran di bawah Rp200 juta agar menggunakan Surety Bond (Asuransi Penjamin). Sedangkan untuk paket-paket konstruksi yang nilai anggarannya di atas Rp200 juta menggunakan jaminan uang muka terutama bangunan infrastruktur yang memiliki resiko-resiko besar.
Evaluasi rutin realisasi fisik dan keuangan Dinas Cikasda menghadirkan Pejabat Eselon III, IV, PPTK, dan PPK. Evaluasi kali ini, Plt. Kadis Cikasda menekankan upaya-upaya yang telah diambil oleh bidang dan kegiatan untuk mempercepat realisasi fisik dan keuangan terutama pada Oktober 2022.
Dari data yang ditampilkan Sub Bagian Program terlihat adanya deviasi keuangan Cikasda sebesar 14,59% terhadap target penyerapan Provinsi untuk September 2022 yaitu 50%. Sedangkan realisasi keuangan Cikasda September adalah 35,41% atau dengan nilai realisasi uang Rp69,246 miliar dan realisasi fisik 41,05%.
Realisasi terendah Dinas Cikasda berada di Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan dengan capaian hanya 17,82%. Namun ini mengalami kenaikan progress keuangan dari bulan sebelumnya yaitu agustus yang hanya sebesar 11,04%.
Kemudian diurutan terendah kedua adalah UPT SPAM sebesar 24,87% yang hanya mengalami kenaikan sebesar 5,08% dari Agustus. Diikuti oleh Bidang Irigasi dan Rawa diurutan ketiga terendah Dinas yaitu 25,13% dengan kenaikan 6,85% dari progress Agustus 2022.
Beberapa kendala yang dijelaskan oleh para kepala bidang yang berada direalisasi terendah secara umum disebabkan paket-paket konstruksi yang tidak dapat dilaksanakan pada TW III dan akan dilaksanakan pada TW IV (APBD Perubahan). Ini disebabkan perubahan lokasi serta titik lokasi tidak sesuai dengan rencana pekerjaan. (JT)








Komentar