DP2KB Sulteng Edukasi Pencegahan Stunting dan Dampingi Pelayanan KB MKJP di Donggala

AyoTau, Donggala – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Donggala menggelar kegiatan Perencanaan dan Edukasi Keluarga Sejahtera dalam Menurunkan Stunting, pendampingan pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan DP3AP2KB Kabupaten Donggala, Kecamatan Banawa, tersebut dibuka langsung oleh Kepala DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah, drg. Herri, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Rifai.

Peserta kegiatan terdiri dari pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, ibu menyusui, dan calon pengantin (catin) dengan jumlah 40 orang. Selain itu, sebanyak 55 keluarga penerima manfaat menerima bantuan yang penetapannya berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kabupaten Donggala.

Hadir sebagai narasumber Kepala DP3AP2KB Kabupaten Donggala, Moh. Milhar Halili,  serta Kepala Bidang P2KB DP3AP2KB Kabupaten Donggala, Listiyawati. Keduanya menyampaikan materi terkait pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta strategi pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga yang terencana dan berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga sebagai salah satu upaya mencegah stunting sejak dini. Melalui pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, masyarakat diharapkan mampu merencanakan kehamilan secara sehat dan bertanggung jawab.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai berbagai metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang aman dan efektif. Edukasi ini bertujuan membantu pasangan usia subur menentukan pilihan kontrasepsi yang sesuai sehingga dapat menghindari kehamilan pada usia terlalu muda, terlalu tua, jarak kelahiran yang terlalu dekat, maupun jumlah kelahiran yang terlalu banyak, yang merupakan faktor risiko terjadinya stunting.

Pada kesempatan yang sama, DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah turut melakukan pendampingan pelayanan KB MKJP kepada lima akseptor yang seluruhnya memilih menggunakan metode kontrasepsi implan.(*)

News Feed