Dispusaka Sulteng Evaluasi Program TPBIS di Empat Kabupaten

AyoTau, Palu – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di empat kabupaten, yakni Donggala, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, dan Tolitoli.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang P3KM bersama pustakawan dan staf Bidang P3KM sebagai bagian dari upaya memastikan implementasi program berjalan optimal di tingkat desa. Kehadiran tim mendapat sambutan positif dari pemerintah desa serta pengelola perpustakaan yang menjadi lokus pelaksanaan program.

Di Kabupaten Donggala, monitoring dilakukan di Perpustakaan Desa Wombo, Perpustakaan Desa Wombo Mpanau, dan Perpustakaan Desa Guntarano. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, tim mengunjungi Perpustakaan Desa Masigi, Perpustakaan Desa Tanah Lanto, dan Perpustakaan Desa Pangi.

Selanjutnya, di Kabupaten Tojo Una-Una, evaluasi dilakukan di Perpustakaan Mompakanoto Desa Bailo, Perpustakaan Mpaka Pande Desa Sumoli, serta Perpustakaan Desa Labuan. Adapun di Kabupaten Tolitoli, monitoring dilaksanakan di Perpustakaan Desa Buntuna, Perpustakaan Desa Lakatan, dan Perpustakaan Desa Kalangkangan.

Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan pengumpulan data dan pengamatan secara sistematis terhadap pelaksanaan program TPBIS. Evaluasi difokuskan pada efektivitas program, pemanfaatan layanan perpustakaan oleh masyarakat, serta identifikasi kebutuhan dan potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui kegiatan literasi berbasis pemberdayaan.

Selain melakukan peninjauan lapangan, tim juga berdiskusi dengan pengelola perpustakaan desa dan masyarakat setempat untuk menggali berbagai masukan terkait peningkatan kualitas layanan perpustakaan. Dialog tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan strategi pengembangan perpustakaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) merupakan inisiatif Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar, pusat informasi, dan pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan ekonomi dan kesejahteraan warga.(*)