Pemkab Sigi-ADRA Susun Rencana Kontijensi Kebencanaan

Ayotau, Sigi- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dan ADRA menyusun dokumen rencana kontijensi beragam bencana di Sigi. Dokumen ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan.

Ada dua skema yang ditempuh dalam penyusunan rencana kontinjensi yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka panjang yaitu penguatan program Sigi Hijau. Program ini termasuk penataan kawasan dan lingkungan, misalnya menanam pohon 10 ribu pohon di desa dan sejuta bambu.

“Ketik satu dua tahun berjalan, masuk bencana 2018 ini terhenti. Tapi di pasca bencana saya melakukan penanaman pohon lagi, konsepnya satu desa 10 ribu pohon dan sejuta bambu. Ini semua di penguatan program,” kata Bupati Sigi Mohamad Irwan kepada wartawan usai membuka workshop penyusunan rencana kontijensi banjir di Sigi di Aula Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sigi, Selasa, 26 Januari 2021.

Ia mengatakan penanganan banjir bukan hanya Pemkab Sigi, tapi seluruh stakeholder terkait seperti TNI, Polri dan lembaga lainnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan kata dia adalah ketegasan. Misalnya bencana banjir, itu dikarenakan pembalakan liar yang terus bergerak, hal itu tidak bisa bilang di wilayah mana, namun ada oknum-oknum tertentu.

“Yang kita akan lakukan tentunya pertama, ya ketegasan kita. Apapun yang akan kita lakukan, pembalakan liar ini terus bergerak. Kita tidak bilang disana, di desa A, B, C, tetapi ada oknum-oknum tertentu,” kata Irwan.

“Ini juga ada perlu ketegasan. Bahkan Insya Allah saya akan rapat di minggu depan terkait dengan program konservasi. Saya ingin ada ketegasan kita semua. Pihak kepolisian, TNI, ketika ada masyarakat melakukan pembalakan liar, apapun dia harus kita clearkan,” tambhnya.

Kemudian untuk jangka pendek menghadapi potensi banjir, kata Irwan, kesiapsiagaan masyarakat terkait dengan ini, camat, kepala desa harus berperan penting.

Perwakilan ADRA Indonesia, Nuita mengatakan penyusunan dokumen rencana kontijensi ini merupakan kerjasama Pemkab Sigi melalui BPBD Sigi dengan ADRA Indonesia. Project LLDPP (Locally Lead Disaster Preparadness and Protection) itu didanai oleh ECHO.(as)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed