Sampaikan Kerinduan, Warga Tondo Temui Mantan Rektor Untad

Ayotau,Palu- Perwakilan masyarakat Tondo kembali bersilaturahmi dengan mantan Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir H Muhammad Basir CyioSE MS. Berjumlah 10 orang, perwakilan masyarakat Tondo menemui Prof Basir Cyio di Kampus Untad, Senin, 6 September 2021.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Tondo menyatakan datang membawa kerinduan yang pernah ada sejak tahun 2011 sampai 2019. Menurut La Dalle, tokoh masyarakat Tondo, pihaknya datang silaturahim sebagai bukti bagian dari Universitas Tadulako yang pernah diikrarkan sekitar 9 tahun silam.

Karena itu, sambung Bahtiar dan Makmur, yang keduanya adalah Ketua RW, memohon agar Prof Basir Cyio walaupun sudah bukan rektor, namun dimohon untuk tetap menghidupkan kembali silaturahim yang nyaris hilang sejak tidak lagi menjadi Rektor.

Pada bagian lain, La Dalle atau papa Andika dalam pernyataannya yang berbicara secara bergantian mengatakan, pihaknya juga merindukan keteladanan dari dosen dan mahasiswa Untad dalam bertutur dan dalam berpolitik.

“Kami tidak mau mencampuri urusan kampus, namun jika ada oknum melakukan cara-cara tidak terpuji menyerang secara pribadi Prof Basir, saya tegaskan tidak menerima,” katanya.

Karena itu, sambung Ramadhan, pihaknya meminta agar diizinkan mengambil bagian sebagai keluarga besar untuk hadir melalui ikatan silaturahim. Prof Basir, kata Ramadhan, begitu besar perhatian yang diberikan kepada kami di Tondo selama kepemimpinannya.

“Kami cuma bilang, jangan ada yang bakasar le, jangan baserang pribadi, kami tidak terima,” pinta Papa Andika.

Masih kata papa Andika, mungkin banyak orang yang tidak tahu, bahwa satu-satunya Rektor Untad yang pada tahun 2012, sengaja mencari anak tukang ojek dari Tondo dan anak petani Vatutela yang lulusan SMA Negeri 5.

“Awalnya, kami mengira untuk dikasih kerja sebagai honorer, ternyata, kata La Dalle, kedua anak dari Keluarga tak mampu itu dimasukkan ke Kedokteran,” ucapnya.

Sekarang, katanya, kedua anak tukang ojek dan anak petani dari Vatutela, sudah menyandang gelar Dokter dan sekarang sudah bekerja di Puskesmas Ogotua, yang dibenarkan oleh orangtuanya yang juga hadir dalam pertemuaan itu. Inilah, bukti perhatian yang luar biasa dari Prof Basir, yang dalam berpikir kala itu sangat maju, tegas La Dalle.

BERBINCANG- Prof Basir saat berbincang dengan warga Tondo. FOTO: IST

Mendengar ungkapan kerinduan para sosok dan tokoh yang selama ini punya hubungan silaturahim sangat dekat dengan Keluarga Untad, Prof Basir menyikapinya dengan tenang. Menurut Basir sapaan akrabnya, pihaknya memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas situasi hati yang dirasakan selama ini.

“Secara pribadi, nurani saya tak akan pernah melupakan Keluarga besar kami di Tondo, termasuk di Vatutela, baik yang sejak lama bersama-sama membenahi kampus melalui Natalita, maupun saudara kami di Pangkalan Ojek,” ujar Prof Basir.

Prof Basir mengatakan, selain karena kondisi Covid sejak 2020, hingga saat ini sebagai penyebab terputusnya silaturahim, ia mengakui karena kealpaannya dalam menjaga apa yang telah lama terbangun dan juga karena sudah bukan siapa-siapa.

“Saya ini kasian sudah tidak rektor, jadi saya fokus hanya dikegiatan akademik,” tandas Prof Basir. (JT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed