Ayotau, Palu – Diskominfo Kota Palu bekerjasama dengan Diskominfo Manado menggagas acara pelatihan Enterpreneurship Academy (DEA) tahun 2022.
Acara yang di pusatkan Swissbell Hotel, Selasa 15-02-2022 pukul 08.30 Wita tersebut, di hadiri langsung Wali Kota Palu, H Hadianto Rasyid. Hadir pula Kepala BPSDMP Kominfo Manado, Darsa Jaya Hedar, Kadis Kominfo Kota Palu Nathan Pagasongan, Kadis Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu Setyo Susanto dan sejumlah pejabat lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Palu menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Balai Pengembagan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP-Kominfo) Manado sebagai UPT dari Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo RI). Yang telah menyelenggarakan pelatihan digital entrepreneurship academy (dea) bagi 100 orang yang berkecimpung dalam bidang usaha Mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ekonomi digital di era revolusi industry 4.0 ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar dengan memotong jalur distribusi produk hingga ke konsumen. Lewat teknologi digital, pelaku UMKM di Indonesia,” ujar Wali Kota.
Pelatihan ini dapat meningkatkan akses ke pelanggan baru, meningkatkan penjualan dan pendapatan, membuka akses baru ke pasar luar negeri, transaksi lebih mudah dengan pelanggan dan Pemasok, dan biaya periklanan atau pemasaran/penjualannya lebih murah.
Dengan menggandakan tingkat penetrasi jaringan broadband (pita lebar) dan meningkatkan keterlibatan umkm secara digital, maka dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia. UMKM Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan emas lewat e-commerce, maka UMKM dapat menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang sangat penting.
Lebih dari sepertiga UKM di Indonesia masih offline, sepertiga lainnya hanya memiliki kemampuan online yang sangat mendasar (basic), memiliki kemampuan online menengah (intermediate), dan kurang dari Sepersepuluh adalah bisnis online lanjutan (advanced). Namun ada banyak faktor yang memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam proses adopsi teknologi digital untuk kemudian masuk ke dalam bisnis digital.
Diantaranya, kurangnya pemahaman mengenai relevansi bisnis digital terhadap organisasi, ketiadaan strategi digital, kurangnya keahlian, serta persepsi biaya dan risiko perubahan fan. Hambatan lain menyangkut keamanan dan privasi, biaya implementasi bisnis digital, kurangnya strategi digital dan sumber daya yang relevan, serta kurangnya staf yang terampil untuk mengimplementasikan bisnis digital.
Dengan demikian digitalisasi membuka peluang baru yang tidak terbatas di segala bidang. Di bidang wirausaha, peluang digitalisasi salah satunya adalah dapat membuka akses pemasaran baru dan pelanggan baru. Sehingga program digital entrepreneurship academy (dea) sangat sejalan dengan tema pembangunan Kota Palu saat ini yaitu membangun Kota Palu yang mandiri, aman dan nyaman, tangguh, serta profesional dalam konteks pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan keagamaan.
Dimana salah perekonomian yang mandiri dan siap bersaing dalam perkembangan ekonomi. Oleh karena itu, selaku Wali Kota saya berharap kepada peserta melakukan upskilling khususnya di bidang wirausaha digital untuk dapat bersaing di dalam era revolusi industri 4.0.(*)








Komentar