oleh

Sosok Joko Pranowo di Mata Kadis Nakertrans

Ayotau, Palu- Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berduka. Salah satu ASN terbaik Pemprov Sulteng, Joko Pranowo, meninggal dunia.

Joko yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulteng, mengalami kecelakaan tunggal di Tol Bekasi, Jawa Barat menuju Bandara Soekarno Hatta pada Minggu 14 Agustus 2022 sekitar pukul 23.30 WIB.

Kepala Disnakertrans Provinsi Sulteng, Arnold Firdaus, mengatakan sangat kehilangan atas meninggalnya Joko Pranowo. Ia tidak menyangka almarhum berpulang dalam usia relatif muda yang baru menginjak 51 tahun. Tercatat, Joko Pranowo lahir di Masaran, pada 11 Juli 1971.

“Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya kami Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, merasa sangat-sangat kehilangan,” ucap Arnold menjawab Metrosulawesi, Senin 15 Agustus 2022.

Saat menjawab awak media, Arnold mengungkapkan sedang diperjalanan mendampingi pengantaran jenazah Joko dari Jakarta menuju Magelang. Di sanalah almarhum dikebumikan sebagai tempat peristirahatan terakhir.

Berdasarkan informasi yang diterima Arnold, saat kejadian Joko menggunakan transportasi online dari Bekasi menuju Bandara Soekarno Hatta, yang akan terbang ke Kota Palu. Namun naas, saat diperjalanan tersebut kendaraan yang ditumpangi menabrak separator jalan. Joko disebut sedang tertidur di kursi penumpang bagian belakang sopir.

“Pak Joko saat kejadian sementara tidur. Sopir selamat, pak Joko yang meninggal,” terang Arnold.

Almarhum sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo menjalani autopsi ringan. Di rumah sakit, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyempatkan diri melihat jenazah Joko Pranowo. Ini karena almarhum merupakan Bendahara PMI Provinsi Sulawesi Tengah.

Arnold menyebut Joko baginya merupakan ASN yang bertanggung jawab penuh dalam menjalankan tugas-tugas sebagai komando Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulteng.

“Beliau termasuk pejabat yang sangat handal di Dinas Nakertrans dan kinerjanya sangat bagus,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas, Joko juga dinilai berhasil membangun dan menjalin hubungan yang sangat baik dengan serikat-serikat butuh dan pekerja di Sulawesi Tengah. Selain itu, almarhum banyak menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang melibatkan pekerja/buruh, perusahaan dan/atau pihak-pihak terkait di kabupaten/kota Sulawesi Tengah.

“Sekali lagi saya katakan, Dinas Nakertrans secara khusus, dan umumnya adalah Pemda Provinsi Sulteng, sangat kehilangan atas kepergian almarhum,” tutur Arnold.

Arnold berharap nantinya bisa menemukan sosok seperti Joko Pranowo yang memahami dengan baik tugas-tugas hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan. Sebab menurutnya, tidak semua ASN bisa melaksanakan tugas yang diemban Joko Pranowo.

“Selama ini pak Joko sudah menjalankan tugas itu dengan sangat baik karena beliau pejabat struktural yang punya sertifikat pendidikan dan pelatihan terkait pengawasan ketenagakerjaan,” pungkas Arnold. (JT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.