Pembangunan Huntap Penyintas Bencana di Sulteng Tinggal Fasos dan Fasum

Ayotau, Palu – Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pascabencana Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Nelwan Harahap, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pemerataan pembangunan wilayah dan penanggulangan bencana di Sulteng pada Rabu, 22 Desember 2020.

Kegiatan monev didahului rakor bersama unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten/kota terdampak, kepala bidan rehab-rekon se Provinsi Sulteng dan Korem 132/Tdl di kantor gubernur.

Menurut salah satu pejabat ahli madya Monalisa Herawati R, rakor tersebut bertujuan mengidentifikasi permasalahan yang ditemui di lapangan.

“Tujuan lain memantau langsung progress pemulihan dan menyerap masukan-masukan untuk ditelaah di pusat,” ucap Monalisa.

Di antara poin yang dibahas lanjutnya ada 3 hal yang di-monev oleh Asdep yaitu seputar progress penyelesaian huntap di Kelurahan Duyu, pemulihan sektor-sektor kehidupan dan penanganan Covid-19.

Setelah pertemuan, rombongan Asdep Kemenko PMK berkesempatan meninjau lokasi huntap yang dibangun di Kelurahan Duyu.

Dari hasil pengamatan dan dialog di lokasi, Asdep mengapresiasi pembangunan huntap oleh Kementerian PUPR yang telah tertata rapi dan kini tinggal membangun sejumlah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Lokasi hunian yang berada di ketinggian juga membuat kagum Asdep karena masyarakat bisa melihat pemandangan Kota Palu (city view) dari atas perbukitan.

Begitu juga dengan ketersediaan air yang melimpah sehingga penghuni huntap tidak perlu khawatir kekurangan pasokan air bersih.

Terkait adanya permasalahan tumpang tindih data antara penyintas yang menerima relokasi (huntap) dan menerima stimulan, maka Asdep Nelwan meminta BPBD provinsi melakukan pembaharuan data kabupaten/kota guna menghindari duplikasi penerimaan oleh penyintas.

Artinya kalau sudah bersedia direlokasi maka tidak berhak menerima stimulan perbaikan rumah rusak dan begitu juga sebaliknya jika sudah dapat stimulan maka tidak berhak lagi direlokasi ke huntap.

“Anomali data ini yang harus dihindari, jangan sampai tertinggal,” pesan Nelwan.

Dari huntap Duyu, rombongan lalu mengunjungi Desa Bolupountu di Kabupaten Sigi untuk melakukan monev pemulihan sektor kehidupan dan sekaligus membagikan masker kepada warga. (JT/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed