PAD Turun, DPRD Kota Palu Tunda Bahas Penyertaan Modal

AyoTau, Palu – DPRD Kota Palu menunda pembahasan penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Palu, gegara Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu mengalami penurunan.

Turunnya PAD disampaikan Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Palu, Joppi Alvin Kekung, saat Banmus membahas jadwal persidangan, Senin 3 Oktober 2022.

“Kondisi PAD kita sedang defisit, jadi sebaiknya ditunda dulu pembahasan Ranperda Penyertaan Modal,” kata Joppi.

Bukan hanya mengungkapkan kondisi PAD, Joppi juga menyoroti sikap Pemkot yang terkesan main kucing-kucingan dalam proses penyertaan modal. Pasalnya, Pemkot sudah memasukkan Rp8 miliar dalam draf APBD tahun 2023 untuk penyertaan modal, sementara Perda penyertaan modal itu sendiri belum dibahas.

“Sudah masuk (anggarannya) dalam rancangan APBD 2023. Inikan lucu, Perdanya belum jadi, tapi sudah ada penganggaran Rp8 miliar untuk penyertaan modal,” sorotnya.

Selain kondisi PAD menurutn, dasar lain penundaan pembahasan Ranperda penyertaan modal yakni karena menumpuknya usulan Ranperda. Tercatat ada 8 Ranperda usulan Pemkot Palu yang diusulkan untuk dibahas. Namun berdasarkan kesepakatan Banmus, DPRD hanya akan membahas 3 Ranperda sesuai urgensinya.

“Kita sepakat tolak, jadi Ranperda yang sudah lengkap drafnya kita bahas lebih dulu,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *