oleh

Komisioner KI Sulteng Dilantik

  • Faridah Ajak Kolaborasi Wujudkan Keterbukaan Informasi

AYotau, Palu- Komisioner terpilih Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulteng Periode 2021-2025 telah dilantik di Palu, pada Selasa 23 November 2021. Pelantikan dilakukan Wakil Gubernur Sulteng, Ma’mun Amir.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 492/400/DKIPS-G.ST/2021 tentang Penetapan Anggota Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2021-2025, anggota KI terpilih masing-masing Abbas HA Rahim SH, Ridwan S.Pd.I M.Si, Dr Jefit Sumampouw SE M.Th, M. Mis, Henny Hasna Ingolo S.Sos M.Si, dan Sutrisno Yusuf SH M.Si. Wagub Ma’mun mengucapkan selamat kepada lima komisioner KI terpilih hingga lima tahun mendatang.

“Dalam rangka mewujudkan keterbukaan informasi di Sulawesi Tengah, saudara-saudari harus kompak dan bekerjasama dengan seluruh stakeholder, diantaranya dengan Dinas Kominfo Sulteng,” pesannya.

Ma’mun menyebut dalam mewujudkan keterbukaan informasi di Sulawesi Tengah, juga harus menjunjung tinggi nilai etika, integritas dan profesionalisme dalam bekerja. Saat ini, kegiatan pemeringkatan keterbukaan informasi publik sudah dua kali diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik Provinsi Sulteng. Yang mana menurut ketentuan kegiatan tersebut harus diselenggarakan oleh Komisi Informasi.

Wagub mengharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga membawa percepatan dan peningkatan terhadap hasil indeks keterbukaan informasi publik yang semakin baik demi terwujudnya masyarakat Sulawesi Tengah yang informatif.

“Semoga saudara-saudari dapat mengemban amanah ini dengan integritas dan komitmen sehingga karya dan pengabdian bernilai ibadah disisi Allah SWT, serta memberi nilai tambah bagi pembangunan Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan maju,” tandas Ma’mun.

Kepala Dinas Kominfo Sulteng, Hj Faridah Lamarauna, juga mengajak komisioner KI terpilih bisa berkolaborasi dalam mewujudkan keterbukaan informasi di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami harap berkoordinasi dan bekerja bersama-sama untuk memperbaiki indeks keterbukaan informasi publik agar pada 2022 lebih baik dari tahun ini,” ucap Faridah. (JT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed