oleh

Pansel Minta Saran dan Masukan Masyarakat

  • UJI PUBLIK SELEKSI KOMISIONER KPID SULTENG

Ayotau, Palu – Seleksi calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulteng Periode 2021-2024, akan masuk tahap uji publik mulai 6 sampai 17 Desember 2021.

Ketua Panitia Seleksi, Hj Faridah Lamarauna, meminta masyarakat memberikan saran dan masukan terhadap 21 peserta calon komisioner KPID Sulteng yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

“Misalnya ada peserta yang pernah terjerat hukum tapi tidak diketahui panitia silakan lapor melalui Panitia Seleksi Calon Anggota KPID Provinsi Sulawesi Tengah lewat email diskominfo.sulteng@gmail.com atau WA 0823 4888 6767,” ujar Faridah, Minggu 21 November 2021.

Adapun 21 peserta yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan oleh DPRD Sulteng masing-masing Zakaria, Selvi Silvana Kalangie, Yeldi S Adel, Indra A Yosvidar, Abdussalam Mathar, Muh. Fariz, Triyansyah A Sanudin, Andi Kaimuddin, Irzha Friskanov S, Muhammad Wahid, Moh Farid Chair, Ricky Yuliam, Muhammad Ramadhan Tahir, Rini Christina, Moh. Arafah, Ilham, Sitti Dahlia, Hayrul Gatti R, Andi Arianza, Abdullah (petahana) dan Nurdiana Lembah (petahana).

Untuk uji kelayakan dan kepatutan terjadwal selama tiga hari pada 20 – 22 Desember mendatang. Pansel melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Sulteng, Hasim, telah memberikan tembusan surat untuk uji kepatutan dan kelayakan yang diterima Staf Komisi I DPRD Provinsi Sulteng pada Jumat 19 November 2021.

Faridah melanjutkan saran dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Sulteng saat uji kelayakan dan kepatutan untuk memutuskan calon yang layak menjadi komisioner KPID.

“Memang bukan bersifat menggugurkan, tapi akan menjadi bahan pertimbangan,” tandas Faridah.

Hasim menambahkan untuk kepastian pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan masih menunggu informasi dari DPRD Sulteng. Namun pelaksanaan bisa lebih cepat dari yang telah terjadwal.

“Tapi yang pasti selesai dahulu tahap uji publik baru lanjut uji kelayakan dan kepatutan,” ucap Hasim. (JT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.