AYOTAU, KOLAKA– Komitmen dunia industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan PT Vale Indonesia Tbk melalui kegiatan panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka.
Program ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus target Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang ketahanan pangan. Kegiatan panen tersebut merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana yang dilaksanakan pada November 2025 di tiga desa binaan perusahaan, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.
Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale terus memperkuat peran dalam pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Program ini juga selaras dengan visi ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045 serta agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Kegiatan panen bersama ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yakni Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti.
CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto mengatakan program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.
“Keberlanjutan bagi PT Vale bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujarnya.
Menurutnya, program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan.
Program demplot tersebut mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi serta sesuai dengan kondisi agroklimat lokal. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, dan lembaga riset pertanian.
Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas kedua metode budidaya tersebut.
Berbagai varietas unggul juga diuji dalam program ini, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice serta sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang.
Melalui metode ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dari satu kali tanam, sekaligus menekan biaya produksi seperti benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.
Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Program ini juga menjadi sarana transfer teknologi dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada petani,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar mengapresiasi dukungan yang diberikan PT Vale dalam program ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia berharap langkah PT Vale dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain, khususnya di sektor pertambangan.
Melalui program ini, PT Vale berharap model demplot padi berkelanjutan dapat menjadi contoh praktik pertanian yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Kabupaten Kolaka, sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (**)









