AyoTau, Palu — Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan melalui pengembangan berbagai inovasi pelayanan dan tata kelola berbasis teknologi.
Upaya tersebut dilakukan melalui UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah I sebagai bagian dari komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Berbagai inovasi digital dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mempercepat proses administrasi, mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi birokrasi untuk membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Setidaknya terdapat sembilan inovasi yang telah dirancang dan dikembangkan CIKASDA Sulawesi Tengah, yakni:
- INSPEKTA — Irigasi Cipta Karya dan Sumber Daya Air.
- SATRIA — Sistem Terpadu Respons dan Informasi Irigasi.
- SATU ASN — Sistem Administrasi Terpadu Untuk ASN.
- SIGA OP — Sistem Input Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan.
- SIH CIKASDA — Sistem Informasi Hidrologi CIKASDA.
- SIMFONI — Sistem Informasi Monitoring Fisik Online.
- SiOPI — Sistem Informasi Operasi dan Pemeliharaan Irigasi.
- TUNTURA — Tempat Untuk Terima Usulan dan Report Air.
- SiTOMA — Sistem Teknologi Otomatis Monitoring Air.
Kesembilan inovasi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai aspek pekerjaan, mulai dari administrasi aparatur sipil negara, operasi dan pemeliharaan irigasi, pemantauan infrastruktur, pengelolaan data hidrologi hingga penyampaian laporan dan usulan terkait sumber daya air.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Andi Ruly Djanggola mengatakan, pengembangan inovasi digital tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam membangun budaya kerja yang inovatif, kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pemanfaatan sistem digital diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus membuat proses kerja pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien,” ucapnya.
Selain itu, digitalisasi juga diharapkan mendukung pengelolaan infrastruktur cipta karya dan sumber daya air agar dapat dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.
Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah juga berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengembangan inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat terwujudnya pemerintahan yang modern, profesional, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.(*)










