BUMDes Diharap Berperan Kendalikan Inflasi

Ayotau, Palu- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulteng, Mohamad Nadir, mengharapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat berperan optimal, tidak hanya sebagai badan usaha, juga dalam pengendalian inflasi. Hal ini disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas BUMDes Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Hotel Sutan Raja Palu, Senin 12 September 2022.

“Saya harapkan kerjasamanya agar memperhatikan materi sehingga dapat memajukan BUMDes di Desa masing-masing,” ucap Nadir.

Menurutnya, pasca kenaikan BBM, berpotensi besar akan menyebabkan terjadinya inflasi. Sehingga dalam Kepmendes Nomor 97 tahun 2022 terdapat mitigasi dampak inflasi pada tingkat desa, salah satunya penyaluran dana bergulir masyarakat oleh BUMDes bersama LKD kepada warga miskin dan miskin ekstrem.

Kata Nadir, pengendalian inflasi pada tingkat desa merupakan kegiatan lingkup wewenang desa agar barang dan jasa di desa tidak mengalami kenaikan harga. Adanya percepatan transformasi UPK Eks PNPM ke BUMDes, dana tersebut dapat dimanfaatkan BUMDes memperkuat ketahanan pangan agar harga bahan pokok dapat stabil sehingga inflasi pasca kenaikan BBM terkendali.

Selain dana UPK Eks PNPM, ada beberapa bantuan untuk menahan laju inflasi diantaranya melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), anggaran bansos, anggaran desa, dan realokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Bansos Pusat.

Nadir menerangkan Bimtek sebagai upaya untuk memberdayakan lembaga ekonomi masyarakat desa dengan tujuan meningkatkan peran, fungsi, dan kinerja BUMDes melalui peningkatan sdm aparat, pengelola, dan pendamping BUMDes.

Adapun peserta bimtek sebanyak 20 orang yaitu Pengurus BUMDes terdiri dari Desa Loli Tasiburi (Donggala), Desa Tolongano (Donggala), Desa Tanamea (Donggala), Salumpaku (Donggala), Parisan Agung (Donggala), Desa Kambayan (Donggala), Desa Wombo Mpanau (Donggala), Desa Watubula (Sigi), Desa Mataue (Sigi), Desa Padende (Sigi), Desa Bobo (Sigi), Desa Jonooge (Sigi), Desa Kalukubula (Sigi), Desa Sibowi (Sigi), Desa Sansarino (Tojo Una-Una), Desa Buntogi (Tojo Una-Una), dan Desa Sabo (Tojo Una-Una), dan Desa Labuan (Tojo Una-Una). (JT)

Komentar