oleh

BKKBN Sulteng-Pemkab Sigi Gelar Audit Kasus Stunting

Ayotau, Sigi- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKD) Kabupaten Sigi menyelenggarakan Audit kasus Stunting tingkat Kabupaten Sigi Tahun 2022.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Y Pongi di Aula Pemancingan Nagaya, Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Rabu, 14 September 2022.

Wakil Bupati Sigi Dr. Samuel Yansen Pongi,SE.,M.Si. sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sigi, membuka secara resmi Audit Kasus Stunting di Kabupaten Sigi Tahun 2022.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh  Koordinator Bidang Adpin BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Rosni, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi Hazizah dan para Kepala OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sigi.

Muh. Rosni mengatakan bahwa di dalam melakukan penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial tetapi harus dilakukan secara gotong royong. Dengan harapan agar percepatan penurunan stunting ke depan bisa turun sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Melalui pertemuan ini, diharapkan dapat melahirkan sebuah kebijakan yang betul-betul teknis dan langsung menyentuh kepada akar permasalahan sehingga ke depan tidak akan terjadi angka-angka stunting lagi,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sigi mengatakan bahwa pelaksanaan audit kasus stunting merupakan bagian dari rencana aksi nasional yang bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa.

“Audit Kasus Stunting dilakukan dengan emapt kegiatan yaitu Pembentukan Tim Audit, Pelaksanaan Audit Kasus Stunting dan Manajemen Pendampingan Keluarga, Diseminasi, dan Tindak Lanjut,” ujarnya.

Dikatakan dengan dilaksanakannya kegiatan audit kasus stunting ini menjadi upaya yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi intervensi spesifik dan sensitif sampai pada sasaran sehingga target penurunan stunting sebesar 14% pada Tahun 2024 dapat tercapai.

Wabup berharap rencana tindak lanjut atas permasalahan yang ditemukan dalam audit kasus stunting itu dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait dan untuk itu akan kami monitoring serta evaluasi dalam pelaksanaannya nanti.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.