oleh

Penyintas Pasigala Cemburu Dengan KAHMI, Kecewa Sama DPRD Sulteng

Ayotau, Palu – Begitu mudahnya Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mendapatkan dana hibah Rp14 miliar menimbulkan kecemburuan bagi penyintas korban becana Pasigala. Pasalnya, masih ribuan penyintas bencana Pasigala selama empat tahun ini nasib mereka terkatung-katung, belum ada kepastian kapan Huntap (Hunian tetap) mereka dapatkan.

Disisi lain, sekejap mata saja gubernur dan DPRD Sulawesi Tengah menyetujui memberikan dana Rp14 miliar untuk acara kumpul-kumpul alumni HMI yang dikemas dalam Musyawarah Nasional (Munas). Kekecewaan itu disampaikan puluhan orang penyintas Pasigala yang tergabung dalam Front Advokat Rakyat Pasigala saat unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Tengah, Kamis 15 September 2022.

Front Advokat Rakyat Pasigala menuntut gubernur dan DPRD membatalkan hibah Rp14 miliar untuk Munas KAHMI. Sangat disayangkan uang yang dipungut dari rakyat, dengan mudahnya diberikan kepada KAHMI yang hanya melaksanakan munas selama tiga hari.

“Menjadi miris ketika kondisi kehidupan masyarakat yang sulit, dan menjadi ganda berkali – kali lipat bagi korban Pasigala,” ungkap Koordinator Front Advokat Rakyat Pasigala, Agus Salim.

Jika uang rakyat tersebut diberikan kepada korban Pasigala untuk membangun hunian tetap (huntap) mandiri dengan taksiran anggaran pembangunan sebesar Rp50 juta per kepala keluarga, maka akan ada 280 keluarga dapat membangun hunian tetapnya dengan anggaran sebesar Rp14 miliar itu.

Sayangnya kedatangan Front Advokat Rakyat Pasigala ke kantor DPRD Sulawesi Tengah untuk mendesak dibatalkannya hibah tersebut, justru berakhir dengan kecewa. Pasalnya, 45 anggota DPRD Sulawesi Tengah tidak satupun berada di kantor DPRD Sulawesi Tengah. Mereka hanya diterima Sekretaris DPRD Sulawesi Tengah, Siti Rachmi Amir Singi.

Karena tidak satupun anggota dewan menerima mereka, Front Advokat Rakyat Pasigala akan kembali lagi menyuarakan tuntutannya pada Senin 19 September 2022. Mereka juga mendesak agar ketua DPRD Sulawesi Tengah, Dr Nilam Sari Lawira menerima mereka langsung nanti, untuk memberikan penjelasan mengapa DPRD begitu mudah memberikan Rp14 miliar dari APBD Perubahan hanya untuk acara Munas KAHMI.(win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.