AyoTau, Donggala – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmennya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Donggala dengan memprioritaskan transformasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni.
Menurutnya, salah satu penghambat utama penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah adalah masih banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu, perbaikan kualitas hunian menjadi langkah awal dalam strategi pengentasan kemiskinan.
“Kalau mau selesaikan kemiskinan, pertama perbaiki dulu rumahnya,” tegasnya saat membuka Rapat Kerja Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Donggala di Kantor Bupati Donggala, Jumat (27/2).
Dalam forum tersebut, Gubernur memaparkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 4.846 kepala keluarga kategori miskin ekstrem di Donggala yang perlu segera dientaskan. Ia meminta dilakukan verifikasi dan validasi (verval) untuk mengidentifikasi KK yang tinggal di RTLH sebagai dasar intervensi program bedah rumah.
Donggala pun ditetapkan sebagai pilot project transformasi RTLH menjadi rumah layak huni bagi kabupaten lain di Sulawesi Tengah.
Selain itu, Gubernur mendorong Pemerintah Kabupaten Donggala konsisten menggunakan DTSEN dalam perencanaan pembangunan berbasis data agar program lebih tepat sasaran dan efisien. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi hadir sebagai supporting system bagi kabupaten, termasuk melalui sinkronisasi Program 9 BERANI dengan agenda pembangunan daerah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Anwar Hafid menyerahkan bantuan pangan 25 ton beras secara simbolis kepada Bupati Donggala Vera Laruni untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Rapat kerja daerah tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, jajaran perangkat daerah, serta unsur Forkopimda Donggala. (*)










