AyoTau, Palu – Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah mengevaluasi rencana pembangunan jembatan lintas sungai yang diajukan PT ODDELL Indonesia untuk mendukung pengangkutan hasil tambang di Kabupaten Morowali Utara.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui presentasi dan pembahasan rencana pemanfaatan ruang sungai yang digelar Cikasda, Kamis (20/8/2026), di Ruang Rapat Aula Lantai 1 Kantor Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah.
Rencana pembangunan jembatan tersebut berada di sejumlah wilayah Morowali Utara, yakni Desa Po’ona dan Desa Petumbea, Kecamatan Lembo Raya, serta Desa Bimor Jaya, Desa Ungkea dan Desa Towara Pantai, Kecamatan Petasia Timur.
Pembahasan merupakan tindak lanjut permohonan rekomendasi pemanfaatan sungai yang diajukan PT ODDELL Indonesia. Dalam rencana tersebut, jembatan akan digunakan sebagai sarana pengangkutan hasil tambang.
Kegiatan dihadiri unsur Cikasda, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, UPT PSDA Wilayah II, serta tim teknis dan konsultan PT ODDELL Indonesia.
Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Dr. Andi Ruly Djanggola, menegaskan bahwa setiap pembangunan yang memanfaatkan ruang sungai harus memenuhi persyaratan teknis, memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan, serta tidak mengganggu fungsi sungai.
“Pemanfaatan ruang sungai harus dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan teknis, aspek lingkungan, keselamatan, serta peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, PT ODDELL Indonesia bersama tim konsultan memaparkan hasil survei topografi, kajian hidrologi, geologi, geoteknik, penyelidikan tanah hingga perencanaan struktur jembatan.
Tiga rencana jembatan dipaparkan dengan bentang yang disesuaikan berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian utama adalah kajian hidrologi. Tim konsultan menggunakan data curah hujan periode 2006–2025 dan mempertimbangkan debit banjir rencana dengan periode ulang 50 tahun.
Namun, Cikasda meminta data dan metode analisis tersebut disampaikan secara lebih lengkap. Permintaan itu mencakup sumber data curah hujan, karakteristik daerah aliran sungai, metode perhitungan, debit banjir rencana hingga simulasi kondisi aliran pada lokasi rencana jembatan.
Kajian terhadap potensi erosi, sedimentasi, sediment transport hingga debris flow juga dinilai penting. Berbagai faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi sungai sekaligus keamanan struktur jembatan, sehingga perlu diperhitungkan dalam kajian lanjutan.
Dari aspek struktur, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang meminta dokumen perencanaan serta kertas kerja teknis disampaikan untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim teknis.
Dinas Perhubungan turut memberikan masukan terkait keselamatan dan lalu lintas. Aspek yang disoroti antara lain kondisi jalan yang terhubung dengan jembatan, kapasitas dan tonase kendaraan, kondisi perairan serta kebutuhan rambu lalu lintas.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup menekankan pentingnya menjaga kualitas air dan kondisi sungai selama pembangunan berlangsung.
Pengelolaan material konstruksi, pengendalian kekeruhan, sedimentasi dan erosi, serta potensi dampak terhadap badan sungai menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyempurnaan rencana.
Cikasda selanjutnya meminta PT ODDELL Indonesia dan tim konsultan menindaklanjuti seluruh masukan perangkat daerah, terutama terkait dokumen perencanaan, analisis hidrologi dan hidraulika, sedimentasi dan erosi, aspek lingkungan, serta keselamatan dan lalu lintas.
Hasil pembahasan tersebut akan menjadi bahan dalam proses penilaian dan penyusunan rekomendasi teknis pemanfaatan ruang sungai untuk pembangunan jembatan. (*)






