AYOTAU, SOROWAKO– Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan bahwa industri tambang yang dikelola secara bertanggung jawab bisa menjadi motor pembangunan hijau. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan operasional PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (18/4).
“PT Vale bukan hanya perusahaan tambang, tetapi mitra strategis dalam membangun Sulsel yang maju dan berkarakter,” kata Fatmawati. Ia mengapresiasi langkah PT Vale dalam melakukan reklamasi lahan pascatambang, rehabilitasi lingkungan, serta penanaman jutaan pohon sebagai bagian dari visi pembangunan berkelanjutan.
Fatmawati juga memuji sistem pembibitan modern di nursery PT Vale yang sudah menggunakan sistem barcode dan tagging pohon. “Saya baru berniat mengusulkan ini ke Pemprov, tapi PT Vale sudah menerapkannya. Luar biasa,” ujarnya.
Perusahaan tambang yang sudah mereklamasi lebih dari 7.900 hektare lahan dan menanam lebih dari 4,3 juta pohon ini juga membangun Taman Kehati Sawerigading Wallacea sebagai pusat edukasi dan konservasi lingkungan.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyebut kolaborasi Pemda dan PT Vale sebagai langkah strategis membangun ekowisata dan pendidikan lingkungan. “Kami ingin kawasan ini jadi ruang belajar terbuka, bukan hanya lokal, tapi nasional,” jelasnya.
Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menyatakan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan bukan sekadar jargon. “Kami percaya pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan,” tegasnya.
Kunjungan ini memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan ekonomi hijau yang inklusif dan berkeadilan. (**)











