TW I, Jasa Raharja Sulteng Serahkan Santunan Lakalantas Rp5,9 M

Ayotau, Palu- PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah sampai triwulan I tahun 2021, telh menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) jalan sebesar Rp5,9 miliar. Penyerahan santunan ini mengalami penurunan sebesar 25,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menurut Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Suryadi SE, dipengaruhi berkurangnya tingkat kecelakaan akibat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih mewabah. Sehingga mobilitas masyarakat menjadi terbatas.
“Pada Maret 2021, kami telah menjalin kerja sama dengan dua rumah sakit baru yakni Rumah Sakit Zubaedah Bantilan dan Rumah Sakit Buluye Napoae Moutong. Sehingga saat ini kami telah bekerja sama dengan 25 rumah sakit. Apabila ada korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan, petugas kami langsung menerbitkan surat jaminan biaya perawatan sampai dengan maksimal Rp20 juta,” ungkap Suryadi, Senin, 19 April 2021.
Suryadi merincikan pada triwulan I, kontribusi biaya yang dibayarkan secara overbooking (mekanisme penjaminan biaya perawatan rumah sakit) sebesar 94,66%. Artinya, sebagian besar jumlah korban yang terjamin Jasa Raharja tidak perlu mengeluarkan dana untuk membayar ke Rumah Sakit karena pihak rumah sakit yang langsung menagih biaya rawatan ke Jasa Raharja.
Meskipun di masa pandemi, Jasa Raharja disebut tidak mengurangi tanggung jawabnya dalam menyerahkan santunan kepada yang berhak. Pelayanan terbaik, cepat, dan tepat selalu kami utamakan dalam memberikan perlindungan dasar bagi para korban.
“Ini dibuktikan hingga triwulan I, rata rata penyerahan santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari 20 jam,” ucap Suryadi.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Jasa Raharja juga melakukan penyerahan santunan dengan sistem cashless, di mana santunan langsung ditransfer ke rekening korban/ ahli waris korban. Suryadi menambahkan Jasa Raharja telah bekerja sama dengan bank pemerintah sehingga pembayaran bisa dilakukan pada hari Sabtu/ Minggu/ hari libur.
“Kami terus mengevaluasi pelayanan kami secara periodic dan senantiasa beradaptasi dengan kondisi terkini, di mana seperti yang kita ketahui bersama bahwa kita semua dituntut untuk mengedepankan teknologi digital, namun tanpa mengurangi unsur human touch dan kualitas pelayanan. Sehingga diharapkan hak dan kewajiban masyarakat terkait asuransi Jasa Raharja dapat terpenuhi,” pungkasnya. (JT/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed