AyoTau, Donggala — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen mengangkat Tenun Donggala kembali mendunia. Hal ini disampaikan Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, dalam kegiatan Networking of Tenun Central Sulawesi yang diikuti 223 penenun di Desa Towale, Selasa 9 Desember 2025.
Menurut Gubernur, Tenun Donggala yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional sejak 2015 memiliki nilai sejarah, keunikan motif, serta kualitas pengerjaan yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Tenun Donggala ini sudah menasional, dan sekarang kita ingin membawanya kembali mendunia,” tegasnya.
Pada 2026, pemerintah memastikan akan menyalurkan bantuan modal Rp5 juta kepada setiap penenun untuk mendukung keberlanjutan usaha dan inovasi desain agar lebih sesuai dengan selera generasi muda.
Ketua Dekranasda Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, juga disebut Gubernur sebagai teladan pelestarian budaya karena hampir selalu mengenakan Batik Donggala dalam tugas resmi maupun perjalanan luar daerah.
Momen ini semakin istimewa dengan kehadiran Presiden/CEO Eco Fashion Week Australia (EFWA), Dr. Zulhal Bupan Mils, yang menyatakan siap membuka peluang kolaborasi internasional antara penenun Donggala dan jaringan mode global.
“Kami ingin menginspirasi komunitas lokal dan membuka kesempatan bagi desainer serta model muda untuk berkembang,” kata Dr. Zulhal.
Kegiatan ini ditutup dengan fashion show karya desainer lokal dan menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi kreatif berbasis serat alami di Sulawesi Tengah. (*)







