Ayotau, Palu- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan (P2KB) Provinsi Sulteng,Tuty Zarfiana, mengatakan peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) baik di tingkat nasional, provinsi, dan tingkat kelurahan/desa penting untuk menunjang program pelayanan gizi dan kesehatan dalam rangka percepatan penurunan stunting.
“TP-PKK merupakan garda terdepan mitra pemerintah daerah yang bersinergi dalam berbagai bidang dan wadah penggerak serta fasilitator (mediator) pelayanan bagi keluarga,” ucap Tuty saat rapat koordinasi bersama Tim Penggerak PKK dalam rangka Sosialisasi Stunting dan Penyusunan Rencana Kerja Bunda Peduli Stunting Tahun 2022/2023 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Aula Dinas P2KB, Rabu 12 Oktober 2022.
Dia berharap dengan dilaksanakannya rakor Bunda Peduli Stunting bisa tersosialisasikan program kerja percepatan penurunan stunting antara Dinas P2KB dan TP-PKK.
Tujuan dari kegiatan tersebut antara lain yaitu tersusunnya program dan rencana kegiatan Bunda Peduli Stunting, serta terbentuknya Tim Bunda Peduli Stunting di tingkat Kabupaten/Kota. Hal ini merupakan upaya membangun komitmen bersama dan dukungan nyata TP-PKK untuk mendukung Bunda Peduli Stunting dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Tengah.
Rapat koordinasi diikuti tim penggerak PKK Provinsi Sulteng sebanyak 25 orang dan staf Dinas P2KB sebanyak 10 orang. Kata Tuty, program-program yang harus dilaksanakan oleh pokja Tim Penggerak PKK yaitu pokja I berkaitan dengan pola asuh anak mulai dari dalam kandungan hingga remaja. Pokja II berkaitan dengan parenting, Pokja III berkaitan dengan ketahanan pangan, dan Pokja IV berkaitan dengan peran terhadap kegiatan dan lingkungan.
Adapun rencana program dan kegiatan Bunda Peduli Stunting Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022/2023 yakni:
- Pokja I, mengusung program sebagai berikut:
- Pemberdayaan karakter keluarga dengan kegiatan Penyuluhan kepada pasangan usia subur (PUS) dan ibu hamil menuju kenyamanan ibu hamil, Pertemuan pembinaan forum remaja dan majelis (islam, nasrani, hindu, budha) tentang makanan sehat untuk keluarga.
- Pokja II, mengusung program sebagai berikut: • Pendidikan dan keterampilan pengembangan kehidupan berkoperasi dengan kegiatan Sosialisasi pengembangan UP2K, pelatihan peningkatan pemanfaatan sumber daya local, refreshing kader bina keluarga balita dan remaja melalui pendewasaan usia perkawinan Kader BKB dan Remaja.
- Pokja III, mengusung program sebagai berikut:
- Peningkatan ketahanan pangan dan gizi dengan kegiatan kampanye gebyar makan ikan
sosialisasi dan pelatihan pengolahan bahan dasar ikan
- Pola konsumsi beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dengan kegiatan workshop dan pelatihan B2SA lomba masak B2SA dan isi piringku.
- Pemanfaatan pekarangan dengan kegiatan FGD pemanfaatan pekarangan.
- Pokja IV, mengusung program sebagi berikut:
- Peningkatan kapasitas kader posyandu tentang stunting dengan kegiatan pelatihan TK di Kab/Kota.
- Pengadaan buku saku remaja.
- Buku saku kader pendamping keluarga.
- Duta peduli stuntig dengan kegiatan pemilihan duta peduli stunting.
- Peningkatan kapasitas dengan kegiatan workshop peningkatan kapasitas PKK terkait stunting.
- Pembinaan dengan kegiatan pembinaan daerah lokus stunting.
- Sekretariat PKK, mengusung program sebagai berikut:
- Penguatan 10 program pokok PKK mendukung penurunan stunting dengan kegiatan sosialisasi 10 program PKK penurunan stunting.
- Penyusunan buku saku profil inovasi PKK dengan program pengadaan buku saku.
- Monitoring dan evaluasi. (JT)








Komentar