Pemprov Bahas Progres Land Clearing Kawasan Pangan Nusantara

Ayotau, Palu- Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Rudi Dewanto, mempimpin rapat pembahasan progres land clearing (pembebasan) Kawasan Pangan Nusantara (KPN) yang berada di Desa Dampelas, Kabupaten Donggala, Selasa 20 September 2022.

Pada kesempatan tersebut, Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, M Ridha Saleh, menjelaskan berdasarkan data penutup lahan citra resolusi sedang tahun 2021, areal yang dimaksud terdiri dari; Hutan sekunder dengan luas 705,27 hektare (Ha), pertanian lahan kering campur semak dengan luas 42,66 Ha, perkebunan dengan luas 22,9 Ha, tanah terbuka dengan luas 7,25 dan semak belukar dengan luas 73,53 Ha.

“Untuk total area Food Estate mencapai 850 Ha,” ungkap Ridha mengawali penjelasannya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan lokasi Land Clearing adalah hutan sekunder dengan luas 705,2 Ha, yang didalamnya ada lahan pertanian kering dan semak seluas 42 Ha, lahan perkebunan 22 Ha, tanah terbuka hijau 7 Ha, dan semak belukar seluas 73 Ha.

Ia juga menyampaikan ada keterlambatan dari proses Land Clearing karena PT. Pembangunan Sulteng mendapatkan dua tugas bersamaan yaitu melakukan pemanfaatan kayu bersamaan dengan Land Clearing.

“Perusada sudah melakukan closing, total kayu yang bisa dimanfaatkan itu sebanyak 36.000 kubik, terdiri dari berbagai jenis, tetapi ada wilayah konservasi sekitar 200 Ha,” ucapnya.

Meskipun sudah melakukan closing, peta sebaran tegakan kayu di daerah itu belum tersedia sehingga hasil dari closing yang dilakukan masih belum diketahui. Ridha menegaskan tidak boleh ada penebangan pohon Eboni yang bejumlah sekitar 300 kubik di area itu.

“Pohon Eboni tidak bisa kita tebang, ada sekitar 300-an kubik karena itu salah satu nilai ekonomi dari wilayah ini, dan ada juga pohon durian dan kedondong,” tegas dia.

Ia menambahkan karena adanya kendala di lapangan, Gubernur Sulawesi Tengah memutuskan menunda kedatangan Menko Marves RI sampai Desember yang dari rencana sebelumnya pada awal November.

Sementara itu, Pj Sekda meminta kepada pihak yang terlibat dalam progres KPN tetap berusaha dan berupaya mencari langkah-langkah yang tepat untuk menyelesaikan proyek ini secepatnya. (JT)

Komentar