Pemprov Akan Kembangkan Produksi Biogas

Ayotau, Palu- Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Provinsi Sulteng, Sultanisa, mengungkapkan pihaknya tengah merancang pengembangan produksi biogas di kawasan penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

“Di sana itu banyak peternakan intensif yang sudah dikandangkan ternaknya. Nah kami masuk dengan pengembangan produksi biogas hasil kotoran ternak,” ungkapnya, Senin 20 Juni 2022.

Sultanisa mengatakan Sulteng telah memiliki percontohan pengembangan biogas di wilayah Morowali. Sistem kerjanya dengan memanfaatkan kotoran ternak diolah dengan sistem mekanisasi menjadi gas dan juga energi listrik.

“Jadi konsumsi LPG dan listrik bisa ditekan dengan mengembangkan biogas,” ujar mantan Kepala Bidang Peternakan dan Penyuluhan Disbunnak Provinsi Sulteng itu.

Ditambahkan, untuk biogas tersebut, akan memanfaatkan kotoran sapi karena menyangkut ketersediaan yang cukup banyak. Khusus di Dampelas, data yang dimiliki Dinas ESDM sedikitnya ada lima desa menjadi sentra penghasil sapi.

“Kebetulan lima desa tersebut masuk wilayah penyangga pangan nusantara,” pungkas Sultanisa.

Diberitakan, Pemprov Sulawesi Tengah melirik potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menyangga kawasan penyangga Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah Sulteng. PLTS sendiri beroperasi dengan memanfaatkan energi dari cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik.

“Pak gubernur lagi mencanangkan daerah penyangga IKN dan kawasan pangan nusantara yang di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Kontribusinya kami di bidang energi salah satunya peningkatan PJUTS (penerangan jalan umum tenaga surya). Jadi agar konsep desa terang dapat mendukung itu,” ujar Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Provinsi Sulteng, Sultanisa, Senin 6 Juni 2022.

Selain PJUTS, Dinas ESDM akan menyokong lampu tenaga surya hemat energi ke desa-desa yang belum teraliri listrik. Ada 13 desa yang dijadikan penyangga IKN di Kecamatan Dampelas.

“Kenapa kita manfaatkan energi baru terbarukan? Tentu agar pasokan energi cukup dan bisa tersedia untuk menyambut kawasan pangan nusantara,” ucap Sultan sapaan akrabnya. (JT)

Komentar