Ayotau, Palu- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultara (TPH) Provinsi Sulteng, Nelson Metuben, mengharapkan pemerintah kabupaten/kota menyiapkan lahan pertanian yang bisa digunakan jangka panjang. Jangka panjang dimaksud yang tidak menghambat pembangunan untuk berkembangnya suatu daerah.
“Memang harus diakui pesatnya pembangunan paling berdampak terhadap alih fungsi lahan pertanian pangan,” ujarnya, Senin 20 Juni 2022.
Nelson mengatakan Pemda telah memiliki Peraturan Daerah Nomor Tahun 2015 Tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Sulteng. Tujuan utama Perda tersebut mengamankan lahan pertanian yang dianggap strategis penghasilan pangan.
“Tujuannya agar tidak terjadi alih fungsi lahan, misalnya untuk pembangunan,” ucap Nelson.
Dikatakan, degrasi atau turunnya kapasitas/kualitas lahan turut memengaruhi produksi pertanian. Penyebab utama yaitu penggunaan pupuk non-organik yang telah melebihi ambang batas.
“Tahun ini kita rencana bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk membuat pemetaan pertanian organik,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPH Provinsi Sulteng, Mohammad Rizal Budjang, mengungkapkan penggunaan pupuk anorganik yang telah berlangsung lebih dari tiga puluh tahun secara intensif dan berlebihan telah menyebabkan terjadinya degradasi mutu lahan pertanian.
“Salah satu cara menanggulangi degradasi mutu lahan pertanian yaitu dengan mengembangkan penggunaan pupuk organik,” ungkapnya saat pertemuan monitoring dan evaluasi kegiatan Unit Pengelolah Pupuk Organik (UPPO) di Palu, baru-baru ini.
Pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, memperbaiki drainase dan pori-pori dalam tanah serta menambah dan mengaktifkan unsur hara.
“Pupuk organik dalam bentuk yang telah dikomposkan ataupun segar berperan penting dalam perbaikan sifat kimia, fisika dan biologi tanah serta sebagai sumber nutrisi tanaman,” ucapnya.
Secara umum kandungan nutrisi hara dalam pupuk organik tergolong rendah dan agak lambat tersedia, sehingga diperlukan dalam jumlah cukup banyak. Namun pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan hara dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dalam bentuk segar. (JT)








Komentar