AyoTau, Palu – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, secara resmi melepas puluhan relawan PKS yang akan bertugas di wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Kamis (18/6/2026).
Relawan yang dipimpin Kepala Bidang Kepanduan dan Bela Negara PKS Sulteng, Iwan Rifai, tersebut diberangkatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui berbagai aksi kemanusiaan di lapangan.
Dalam arahannya, Muhammad Wahyuddin menekankan pentingnya meluruskan niat selama menjalankan tugas kemanusiaan. Ia mengingatkan para relawan agar mengutamakan keikhlasan dalam membantu sesama dan tidak menjadikan kegiatan sosial sebagai sarana mencari perhatian.
“Apalagi hanya datang untuk selfie. Saat bertugas ini, ingat pesan Rasulullah SAW, barang siapa yang menghilangkan kesulitan saudaranya di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya di hari kiamat,” ujarnya.
Wahyuddin yang akrab disapa Ustadz Wahyu juga berpesan agar setiap langkah dan aktivitas yang dilakukan relawan di lokasi bencana diniatkan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, selain bekerja membantu warga terdampak, para relawan harus menunjukkan sikap ramah, santun, dan penuh empati kepada korban bencana.
“Boleh jadi sikap ramah dan empati yang kita tampakkan itulah yang dapat mengobati kesedihan saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar relawan tidak terlalu menunjukkan ekspresi yang kaku atau serius saat berinteraksi dengan masyarakat. Sebaliknya, relawan diharapkan mampu menghadirkan suasana yang menenangkan bagi warga yang sedang mengalami musibah.
Dalam kesempatan itu, Wahyuddin secara khusus menyoroti pentingnya etika dokumentasi selama menjalankan misi kemanusiaan. Ia meminta relawan untuk tidak sibuk membuat konten atau mengambil foto secara berlebihan yang dapat menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat.
“Jangan hanya sibuk selfie atau sekadar membuat konten. Dokumentasi tetap penting, tetapi lakukan secara alami tanpa rekayasa. Jangan sampai masyarakat menjadi antipati,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh relawan agar menjaga kekompakan selama bertugas, mulai dari bekerja, beristirahat hingga makan bersama. Setiap relawan juga diminta menjalankan tugas sesuai pembagian yang telah ditetapkan demi memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. (*)






