Kepala Desa Limboro Pimpin Pemulihan Bendung Uvenja yang 14 Tahun Terbengkalai

AyoTau, Donggala — Setelah 14 tahun rusak akibat banjir, Bendung Uvenja di Dusun II, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, akhirnya kembali berfungsi. Keberhasilan ini tak lepas dari kepemimpinan Kepala Desa Limboro, Mohammad Kifli, yang menggerakkan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kifli mengatakan, berfungsinya kembali bendung tersebut menjadi tonggak penting dalam menghidupkan kembali lahan sawah seluas 28 hektare yang selama bertahun-tahun tidak mendapat pasokan air.

“Revitalisasi bendung ini bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kembali semangat petani dan harapan ekonomi masyarakat Limboro,” ujar Kifli, Selasa (30/9/2025).

Pembangunan bendung dimulai pada 27 Juli dan rampung pada 1 Agustus 2025. Proyek ini menggunakan 144 bronjong batu kali bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Palu, serta melibatkan gotong royong warga dan petani setempat. Struktur baru dirancang dengan masa layanan lima tahun sebagai solusi cepat terhadap kebutuhan irigasi.

Kifli menjelaskan, Pemerintah Desa Limboro kini tengah menyiapkan usulan pembangunan bendung permanen kepada Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pekerjaan Umum, agar bisa diusulkan dalam program nasional.

“Kami ingin memastikan keberlanjutan sistem irigasi ini. Setelah sekian lama sawah kami kering, kini warga kembali bisa menanam dan menggantungkan hidup dari pertanian,” tegasnya.

Dengan kembalinya fungsi Bendung Uvenja, masyarakat Desa Limboro kini menikmati pasokan air yang stabil, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. (win)