Ibrahim: OPD Ogah-ogahan Perbaiki Fiskal Daerah

Ayotau, Palu – Rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2023 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), masih jauh dari cita-cita gubernur untuk memperbaiki fiskal daerah.

Pandangan itu disampaikan Anggota Banggar DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid, usai mengikuti rapat Banggar bersama TAPD, Kamis 3 November 2022.

Ibrahim menilai, sajian target pendapatan daerah khususnya dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipaparkan TAPD kepada Banggar, tidak memberi gambaran keseriusan OPD/dinas dalam mewujudkan visi misi gubernur, khususnya perbaikan fiskal daerah.

“Saya menjadi kasihan dengan bapak gubernur (Rusdi Mastura) atas kinerj anak buahnya dalam memperbaiki fiskal daerah. Harapan tinggi gubernur itu tidak terjabarkan dalam rencana pendapatan yang dipaparkan TAPD,” kata Ibrahim.

Menurutnya, OPD gagal dalam menerjemahkan keinginan gubernur. Banyak potensi pendapatan daerah hanya dilihat sekadarnya saja, bahkan yang bisa dimaksimalkan nilai pendapatannya justru dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya menambahnya.

“Tidak masuk akal, IMIP yang begitu besar menggunakan air permukaan, justru potensi pendapatannya dikaburkan, yang seharusnya kategori pertambangan, diubah menjadi kategori kawasan. Akibatnya, IMIP yang harusnya bayar PAP (Pajak Air Permukaan) Rp20.000 permeter kubik, justru hanya dikenaka Rp600 per meter kubik,” kesal Ibrahim.

Menurutnya, kalau OPD serius membantu gubernur mewujudkan visi misinya, semestinya ada lompatan signifikasi dari sektor pendapaan di tahun 2023.

“Tadi Banggar baru membahas pendapatan dari sektor PAP, sektor ini saja sudah memberikan potensi pendapatan hingga ratusan miliar, tapi sayangnya TAPD hanya menargetkan Rp25 miliar tahun 2023. Jika cara kerjanya seperti begini terus, sulit bagi gubernur mewujudkan harapannya memperbaiki fiskal daerah,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari partai koalisi, Ibrahim berharap TAPD memperbaiki sajian pendapatannya tahu  2023. Tempatkan perusahaan sesuai dengan bidang usahanya, sehingga PAP yang ditarik benar-benar maksimal.

Karena itu, pada rapat berikutnya antara Banggar dan TAPD, ada perubahan signifikan gambaran pendapatan daerah, utamanya dari sektor PAP.(win)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *