oleh

Gubernur Sulteng Tetapkan Prof Zainal Ketua Pansel Jabatan Sekda Provinsi

Ayotau, Palu- Gubernur Sulawesi Tengah menetapkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Prof Zainal Abidin sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) jabatan pimpinan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Sulteng nomor 800/369/BKD-G.ST/2022 tentang pembentukan panitia seleksi jabatan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, ditetapkan di Palu, 30 Juni 2022.

Rusdy Mastura berharap panitia seleksi yang telah ditetapkan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.

Terkait hal itu, Ketua Panitia Seleksi Prof Zainal Abidin dihubungi dari Palu, Sabtu, mengemukakan bahwa panitia seleksi telah rapat bersama tim sekretariat yang di dalamnya termasuk BKD dan Plt Sekda Sulteng.

Rapat itu, sebut dia, membahas tentang syarat – syarat administrasi bagi calon pendaftar jabatan tinggi madya Sekretaris Daerah Sulteng.

Syarat – syarat itu di antaranya pendaftar harus berstatus sebagai PNS aktif, pangkat dan golongan minimal pembina utama muda IVC, usia pendaftar paling tinggi 58 tahun, 0 bulan, 0 hari, pada 1 Oktober 2022, tidak berafiliasi dengan partai politik, sehat jasmani dan rohani, serta tidak pernah menggunakan narkoba.

Kemudian, tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat ringan, sedang, dan berat. Serta calon harus mendapat persetujuan atau mendapat rekomendasi dari pejabat pembina kepegawaian.

“Syarat calon sudah kami tuntaskan, 16 poin syarat calon dan akan segera kami umumkan ke publik,” ucap Prof Zainal yang juga Ketua MUI Palu.

Prof Zainal mengatakan panitia seleksi akan mengumunkan pembukaan seleksi jabatan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinisi Sulteng pada 1 Agustus 2022.

Ia menyebut, dalam rapat bersama tim sekretariat juga telah dirampungkan mengenai tata pendaftaran serta tahapan – tahapan dalam proses seleksi jabatan tinggi madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng.

“Pendaftaran dapat dilakukan secara online dan offline,” ujarnya.

Kemudian terdapat beberapa tahapan di antaranya mulai dari pemeriksaan berkas pendaftar, uji publik, pemeriksaan kesehatan, pembuatan dan presentasi makalaj, dan lain sebagainya.

“Panitian seleksi melibatkan Komisi ASN untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan seleksi. Kami ingin semua proses ini berjalan transparan kepada publik,” ujarnya.

Ia menambahkan panitia seleksi diberi waktu untuk bekerja sampai pada tanggal 14 September 2022.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.