AyoTau, Palu – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menerima kunjungan silaturahmi Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Rabu 21 Mei 2026 di ruang Fraksi PKS Sulawesi Tengah.
Ketua Fraksi PKS Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofiah, bersama Sri Atun, menerima rombongan Fraksi PKS DKI Jakarta yang dipimpin ketua Fraksinya, M Taufik Zulkifli.
Bunda Wiwik didepan wakil rakyat Jakarta itu banyak bercerita soal tidak berdayanya Sulawesi Tengah dalam mengelola hasil tambangnya sendiri. Bahkan sampai saat ini masih ratusan miliar hak bagi hasil Sulawesi Tengah tak kunjung dibayarkan oleh pemerintah pusat, sementara kondisi keuangan daerah sangat minim untuk membiayai program-program yang sudah direncanakan.
“Karena izin pertambangan diambil alih pemerintah pusat, pemerintah daerah tidak punya intervensi yang kuat dalam memaksimalkan hasil tambangnya. Kondisi dilapangan justru alam Sulawesi Tengah yang rusak akibat aktivitas pertambangan,” cerita Wiwik kepada anggota dewan Jakarta.
Bunda Wiwik melanjutkan, pemerintah daerah khususnya DPRD Sulawesi Tengah sudah melakukan berbagai upaya agar hasil tambang yang merusak lingkungan tersebut benar-benar berdampak pada kemajuan daerah. Salah satu langkah diinisiasi oleh DPRD Sulawesi Tengah adalah dengan membentuk forum DPRD penghasil nikel, dimana lima provinsi menjadi anggotanya yakni DPRD Sulawesi Tengah, DPRD Sulawesi Selatan, DPRD Sulawesi Tenggara, DPRD Maluku Utara dan DPRD Papua Barat Daya.
Mengapresiasi sambutan Fraksi PKS Sulawesi Tengah, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jalarta, M Taufik Zulkifli, mengungkapkan sebagai legislator yang dekat pemerintah pusat, DPRD DKI perlu mengetahui kondisi daerah-daerah di nusantar.
“Sebagai ibu kota negara, DPRD DKI Jakarta punya kepentingan dengan seluruh daerah-daerah di nusantara. Kunjungan kali ini ke Sulawesi Tengah untuk melihat lebih dekat kondisi Sulawesi Tengah,” ujar Taufik kepada media usai bertemu fraksi PKS Sulawesi Tengah. (*)













