Diharap Meningkat Pemakaian MKJP

Ayotau, Palu- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Sulawesi Tengah, Tuty Zarfiana, mengharapkan mitra kerja/lintas sektor bekerjasama dalam mendorong peran, memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemakaian alat metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di masyarakat.

Demikian disampaikan saat kegiatan Peranan Organisasi Masyarakat Dalam Meningkatkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Selasa 18 Oktober 2022. Peserta kegiatan terdiri dari Bidan, PLKB Keder KB, masyarakat serta organisasi masyarakat di Kabupten Banggai.

“Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan kepada mitra kerja/lintas sektor bekerjasama dalam mendorong peran, memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemakaian alat MKJP,” ujarnya.

Adapun pemateri dalam kegiatan ini yaitu Pemateri adalah Dr. dr. Hi. Anang S. Otolua, MPPM Kepala Dinas KB P3A Banggai dan pemateri kedua adalah Siliman, SKM Kepala seksi KB Dinas KB P3A.

Disebut, urusan kependudukan merupakan masalah yang serius tidak saja bagi negara- negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga bagi Negara-negara maju. Perkembangan penduduk tanpa disertai dengan kontrol untuk mengatur jumlah penduduk yang diinginkan, hanya akan menimbulkan problem sosial dan ekonomi.

Sasaran program KB adalah terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil yang berkualitas. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka disusun beberapa arahan kebijakan, salah satunya adalah peningkatan pemakaian kontrasepsi yang efektif dan efisien untuk jangka waktu panjang.

Program Keluarga Berencana adalah salah satu solusi dan upaya Pemerintah untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan dengan menggunakan salah satu alat kontrasepsi baik kontrasepsi jangka pendek atau jangka panjang.

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda kehamilan serta menghentikan kesuburan yang digunakan dengan jangka panjang yang meliputi IUD/Alat kontrasepsi dalam rahim, Implan dan Kontrasepsi mantap.

Namun masih sedikit dari masyarakat yang memilih untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang karena kurangnya pengetahuan dan minat dalam penggunaan MKJP yang menjadi salah satu permasalahannya.

“Olehnya kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan organisasi kemasyarakatan dalam pembinaan program kesertaan ber-KB, meningkatkan kemampuan SDM dalam membina dan menggerakkan kelompok organisasi pada masyarakat dalam pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), dan meningkatkan kerja sama lintas sektor dalam mendorong peran serta organisasi masyarakat dalam peningkatan KB,” tandasnya. (JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *