Bunda Wiwik Raih Santri Award 2026 Kategori Perempuan Inspiratif

AyoTau, Palu — Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, meraih penghargaan kategori Perempuan Inspiratif pada Malam Mahabbah dan Santri Award 2026 yang digelar Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sulawesi Tengah di Kota Palu, Jumat malam (23/10/2026).

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah Bunda Wiwik dalam memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat.

Selain memimpin Fraksi PKS, Bunda Wiwik menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah dan Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah. Ia juga dikenal sebagai pendidik, daiiyah majelis taklim, serta penggiat parenting dan pengarusutamaan keluarga.

Latar belakang pendidikannya turut memperkuat kiprahnya di bidang tersebut. Bunda Wiwik pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern Terpadu Al-Kamal Kunir, Blitar, dan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta.

Bunda Wiwik menyampaikan apresiasi kepada PW ISNU Sulawesi Tengah atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku bersyukur karena kiprahnya selama ini mendapat perhatian.

“Terima kasih kepada PW ISNU yang telah memberikan penghargaan kepada kami. Alhamdulillah, ternyata kiprah kami diam-diam menjadi perhatian teman-teman di ISNU,” ujarnya.

Ia juga mengajak PW ISNU Sulawesi Tengah berkontribusi dalam memajukan dunia pesantren. Menurutnya, pesantren masih menjadi salah satu solusi dalam menghadapi berbagai persoalan di kalangan generasi muda.

Bunda Wiwik menilai, pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa sejak sebelum kemerdekaan. Karena itu, berbagai persoalan yang melibatkan oknum dan berdampak pada citra pesantren perlu menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Ketua PW ISNU Sulawesi Tengah, Dr. Sahran Raden, mengatakan Santri Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh berlatar belakang pesantren yang memiliki karya, dedikasi, dan keteladanan bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berasal dari kalangan santri dan pesantren, yang telah menghasilkan karya serta menunjukkan keteladanan bagi daerah, bangsa, dan masyarakat,” kata Sahran. (*)