AyoTau, Palu — Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mendorong penguatan hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Kabupaten Buol. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wiwik dalam momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Buol, Senin (12/10/2026). Ia berharap peringatan hari jadi daerah tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun ekonomi rakyat berbasis potensi lokal.
“Ke depan, tantangan kita bukan hanya mengoptimalkan sumber daya alam, tetapi juga memastikan bahwa kekayaan tersebut memberikan nilai tambah bagi daerah dan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” ujar Wiwik yang akrab disapa Bunda Wiwik.
Menurutnya, Kabupaten Buol memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan hingga pariwisata. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, kemampuan pengolahan, serta perluasan akses pasar.
Di sektor pertanian dan perkebunan, Bunda Wiwik menyoroti sejumlah komoditas unggulan, seperti padi, jagung, kelapa, kakao, cengkih, kopi, dan kelapa sawit. Pengembangan industri pengolahan dinilai dapat meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus memperkuat posisi tawar petani.
Ia menekankan agar hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam rantai pengolahan dan pemasaran. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan hingga tingkat desa.
Sementara di sektor kelautan dan perikanan, ia mendorong dukungan sarana penyimpanan berpendingin, pengolahan hasil tangkapan, serta akses pemasaran yang lebih luas. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menjaga mutu hasil laut dan meningkatkan peluang pendapatan nelayan.
Bunda Wiwik, yang juga menjabat Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah, turut menekankan pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan ekonomi keluarga.
Menurutnya, usaha perempuan, produk pangan lokal, dan kegiatan ekonomi berbasis potensi desa perlu mendapatkan dukungan melalui perbaikan kemasan, fasilitasi sertifikasi, pemasaran digital, dan perluasan akses pasar.
“Petani harus semakin sejahtera, nelayan semakin berdaya, UMKM semakin berkembang, perempuan semakin produktif, dan generasi muda memperoleh kesempatan untuk berkarya di daerahnya sendiri,” katanya.
Selain sektor produksi, Bunda Wiwik juga mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Potensi pantai, air terjun, dan bentang alam pesisir Buol dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi warga jika didukung infrastruktur memadai, kebersihan lingkungan, promosi yang efektif, serta upaya pelestarian alam.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah itu menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Masyarakat lokal perlu dibekali keterampilan agar mampu mengambil peran dalam pengembangan usaha maupun mengakses peluang kerja yang tersedia.
Ia berharap Hari Jadi ke-27 Kabupaten Buol menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan daerah yang religius, maju, dan berkelanjutan, dengan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan.
“Buol maju, masyarakat sejahtera, potensi lokal mendunia. Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Buol,” ucapnya. (*)








