AyoTau, Palu – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Rony Hartwan, mendorong hilirisasi kakao di Sulawesi Tengah. Ini dia sampaikan saat Focus Grup Discussion (FGD) Kakaonomic, Senin 4 Agustus 2025.
Menurut Rony, secara nasional presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, dimana Sulawesi Tengah diberi target 12,9 persen.
Rony mengakui merealisasikan target ini tidak mudah jika hanya mengandalkan UMKM, perlu indutrisasi, salahsatunya hilirisasi kakao.
“Bukan hanya kakao, durian, kelapa juga perlu hilirisasi, potensinya sangat besar di Sulawesi Tengah,” ujar Rony.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr Reny A Lamadjido, saat membuka FGD memberi apresiasi kepada Bank Indonesia karena sudah memfasilitasi pegiat kakao di Sulawesi Tengah.
“Bank Indonesia sudah banyak membantu pemerintah daerah, Pemda sangat berterimakasih,” ujar dr Reny.
Wakil Gubernur juga sepakat dengan dorongan hilirisasi kakao dari Rony Hartawan. Sulawesi Tengah punya potensi dan bahan bakunya.
Dalam FGD itu Wakil Gubernur juga mengaku jika dirinya juga petani kakao. Dia mempunyai kebun kakao di derah Palolo, Kabupaten Sigi.
“Sekarang harga kakao mencapai 120 ribu perkilogram. Ini kesempatan baik bagi petani kakao di Sulawesi Tengah,” tutur dr Reni. (Win)







