AyoTau, Palu – Guna memenuhi kebutuhan uang tunai menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru (NATARU), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan uang kartal sebesar Rp1,3 triliun atau meningkat 8,5% dibandingkan tahun lalu. Secara nasional, proyeksi kebutuhan uang jelang NATARU mencapai Rp117,7 triliun meningkat 2,4% dibandingkan tahun lalu.
Jelang NATARU kali ini, Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan layanan penukaran uang dan edukasi yang dikemas dalam rangkaian Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) dengan tema “Rupiah Terjaga Untuk Natal Penuh Kasih” sebagai momentum untuk mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui kehadiran Rupiah yang berkualitas untuk masyarakat.
Sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Mata Uang, Bank Indonesia merespon momentum tersebut untuk berupaya melakukan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah kepada masyarakat ditengah tantangan yang ada seperti, kondisi geografis, cuaca, moda transportasi dan jalur distribusi.
Plh Kepala Perwakilan BI Sulteng, Glenn Nathaniel Pandelaki, Rabu 10 November 2025 menjelaskan, Layanan penukaran uang dilaksanakan melalui kegiatan kas keliling sebagai salah satu Program SERUNAI 2025 diselenggarakanpada 4 titik Lokasi yakni 3 (tiga) titik lokasi di Kota Palu yakni di SMA Kristen Gamaliel pada tanggal 9 Desember 2025 dan pada tanggal 15 Desember 2025 di GKST Efata dan Sekolah Bala Keselamatan Towua Palu Gereja serta 1 (satu) titik lokasi di Pasar Sentral Tentena Kabupaten Poso. Adapun program SERUNAI dilaksanakan pula secara serentak pada 284 titik di seluruh Indonesia.
Untuk menjaga pemerataan pemenuhan uang kepada masyarakat pada layanan kas keliling Bank Indonesia, diberlakukan paket kuota penukaran uang dengan jumlah maksimal sebesar Rp5 juta yakni: pecahan 100 ribu sejumlah Rp2 juta, pecahan 50 ribu sejumlah Rp1.250 ribu, pecahan 20 ribu sejumlah Rp1 juta, pecahan 10 ribu sejumlah Rp500 ribu dan pecahan 5 ribu sejumlah Rp250 ribu.
Di tengah meningkatnya kebutuhan uang kartal jelang NATARU, Bank Indonesia menghimbau masyakarat untuk senantiasa memaknai pesan Cinta Bangga Paham Rupiah, dalam kehidupan sehari-hari. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali keaslian uang Rupiah dengan cara 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), kemudian merawat dan memperlakukan Rupiah dengan baik, jaga kebersihan, kerapihan dan keutuhanya dengan cara Jangan dilipat-lipat, dicoret-coret, diremas, distepler dan dibasahi.
Selanjutnya Bangga terhadap Rupiah direfleksikan dengan memaknai Rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan Negara, menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, dan sebagai alat pemersatu bangsa. Pesan Paham Rupiah dengan memaknai peran dan fungsi Rupiah dalam perekonomian sehingga tercermin dalam perilaku bijak dan cerdas bertransaksi agar nilai Rupiah tetap stabil dan selalu menjadi mata uang kebanggaan Indonesia. (*)







