AyoTau, Makassar – Komisi I DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) memilih Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai tujuan Koordinasi dan Komunikasi (Korkom). Kali ini, Korkom Komisi I di Sulsel guna melihat langsung cara Sulsel dalam mejalin hubungan kerjasama antar daerah dan kerjasama luar negeri.
Berlangsung di ruang kerja Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setda Sulsel, Kamis 9 Maret 2023, rombongan Komisi I DPRD Sulteng dipimpin Ketua Komisi I, Sri Indraningsih Lalusu, didampingi Wakil Ketua Komisi I Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, serta anggota Elisa Bunga Allo.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setda Provinsi Sulsel Idham Kadir Dalle, yang menerima komisi I memberikan penjelasan terkait poin kunjungan komisi I tersebut.
Pemprov Sulsel dalam menjalin kerja sama dengan daerah lain selama ini hanya berpedoman pada Permendagri dan Peraturan Gubernur (Pergub) dengan persetujuan DPRD, sedangkan jika kerja sama tersebut dilakukan dengan negara lain atau luar negeri dalam bentuk MOU.
Sulsel selama ini telah melakukan kerja sama dengan Provinsi Ehime, Jepang, terkait pertanian, bantual mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan ambulance pada tahun 2018. Bahkan Jepang juga memberikan bantuan hibah mobil ambulance sebanyak 15 unit dan 24 unit mobil Damkar.
“Semuanya telah di bagikan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” jelasnya.
Lanjutnya, pada tahun 2019 juga Jepang kembali memberikan bantuan mobil Damkar dan alat kesehatan. yang ketiga di tahun 2020 lalu diberikan lagi kendaraan akan tetapi terkendala dengan covid19 yang membuat unit mobil tersebut tidak bisa dikirimkan hingga saat ini masih terparkir di pelabuhan selama 2 tahun.
Untuk dapat mendapatkan bantuan tersebut, Pemprov Sulsel sudah melakukan kunjungan bersama Kemendagri ke Jepang. Soal kendala pengiriman box container itu belum bisa dilakukan, karena kerjasama Jepang dan Sulsel sudah habis masa berlakunya, akibatnya biaya pengiriman mobil tersebut kini ditanggung pihak penerima, pihak Jepang sudah tidak menanggungnya lagi, karena waktunya hanya dua tahun saja.
“Sebenarnya Pemprov Sulsel ada bantuan lagi, hanya saja pihak pemberi bantuan tidak menyiapkan anggaran pengiriman dan ditanggung pihak penerima,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dijelaskan tentang kerja sama daerah dengan provinsi lain antara lain dengan Pemprov Maluku, Banten, DIY, Lampung, Jawa Timur dan DKI Jakarta.
kemudian kerja sama produk Sulsel dengan luar negeri yang dimana Provinsi Sulsel telah menanda tangani MOU dengan Monash University Australia pada 3 desember tahun 2020, serta MOU kerja sama sistem provinsi dengan Jepang pada tahun 2020, dan dalam waktu dekat ini Gubernur Sulsel akan melaksanakan kunjungan ke Australia terkait SDM pertanian dan peternakan yang akan di tindak lanjuti.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indraningsih Lalusu, mengatakan sangat tepat memilih Sulsel dalam kegiatan ini, karena DPRD Sulteng sedang menggodok Perda yang diusulkan Komisi-I mengenai kerja sama antar daerah, yang bisa mempermudah.
Sebelumnya Sulteng kesulitan kerja sama luar negeri karena belum ada Perda.
“Sulteng dan Sulsel bisa saling bertukar informasi, apalagi akan menjadi daerah terdekat untuk membangun IKN yang tentunya menjadi penyangga utama dalam mempersiapkan kebutuhan IKN terurama kerikil, batu dan pasir, termasukkebutuhan pokok dari Kota Palu dan sekitarnya,” ujar Sri Lalusu.(*)








Komentar