AyoTau, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terus memperkuat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), khususnya di kawasan industri strategis seperti Morowali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas ketenagakerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di bawah kepemimpinannya, pengawasan TKA dilakukan secara langsung di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mencegah keberadaan TKA ilegal serta melindungi hak dan kesempatan kerja tenaga kerja Indonesia (TKI) di kawasan industri.
“Barusan kita selesai zoom meeting, dan staf saya masih berada di lapangan melakukan pengawasan terhadap TKA. Jadi ini bukan main-main,” ujar Anwar Hafid, Minggu (26/1/2026).
Komitmen pengawasan tersebut tetap dijalankan meski di hari libur. Bahkan hingga Minggu malam, Gubernur Anwar Hafid masih memantau langsung perkembangan di lapangan melalui koordinasi intensif dengan jajaran terkait.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak ingin daerahnya kembali menjadi sorotan nasional akibat persoalan tenaga kerja asing ilegal. Menurutnya, ketertiban dan kepastian hukum di sektor ketenagakerjaan merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
“Kita tidak ingin ada TKA ilegal yang beroperasi di Sulawesi Tengah. Kita tidak mau lagi daerah ini menjadi sumber pemberitaan soal TKA ilegal,” tegasnya.
Anwar Hafid menjelaskan bahwa pengawasan tersebut juga merupakan bagian dari fungsi pembinaan pemerintah provinsi terhadap perusahaan. Ia berharap seluruh pelaku usaha di kawasan industri dapat bersikap kooperatif dan mendukung upaya penertiban tenaga kerja.
“Ini bagian dari pembinaan pemerintah provinsi. Kita harap semua perusahaan bisa lebih akomodatif dan bekerja sama sehingga tidak ada lagi istilah TKA ilegal,” katanya.
Pengawasan TKA di kawasan industri Morowali dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial. Selama dua hari terakhir, tim khusus telah ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan langsung, baik terhadap tenaga kerja asing maupun tenaga kerja lokal.
“Meski hari Minggu dan sudah malam, saya masih memantau apa yang mereka lakukan di lapangan. Sudah dua hari tim saya tugaskan untuk memeriksa langsung kondisi ketenagakerjaan TKA dan TKI di kawasan industri Morowali,” tandas Anwar Hafid. (*)








