AyoTau, Palu – DPW PKS Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan dari Presiden PKS kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, bersama relawan PKS dan melibatkan DPD PKS Kabupaten Sigi.
Muhammad Wahyuddin mengatakan bantuan tersebut merupakan amanah dari Presiden PKS sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah Presiden PKS menitipkan bantuan untuk disalurkan melalui DPW PKS Sulawesi Tengah. Penyaluran juga melibatkan DPD PKS Kabupaten Sigi,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi bahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara), terpal, material bangunan, serta paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Selain menyerahkan bantuan, Muhammad Wahyuddin juga menyampaikan salam dan pesan dari Presiden PKS kepada masyarakat terdampak agar tetap tabah dan tawakal menghadapi musibah.
“Pak Presiden PKS menitipkan salam kepada seluruh korban agar tetap tabah dan tawakal dalam menghadapi cobaan ini,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Mispan, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi.
“Terima kasih kepada Pak Presiden PKS. Kami tidak menyangka mendapat perhatian meski berada jauh di Kabupaten Sigi,” ujarnya.
Ungkapan syukur juga disampaikan Fatih, warga yang menerima bantuan bahan huntara. Ia mengaku rumahnya sudah mengalami kerusakan berat sehingga terpaksa dirobohkan karena dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.
“Rumah saya sudah miring sekali. Sekarang keluarga terpaksa tinggal di tenda karena khawatir rumah bisa roboh,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, relawan PKS turut membantu warga melakukan pembongkaran rumah Fatih yang kondisinya membahayakan. Kabid BP3 DPW PKS Sulteng, Rustam, mengatakan pembongkaran dilakukan secara gotong royong demi menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan.
“Rumah ini kami bantu robohkan karena dikhawatirkan bisa ambruk sewaktu-waktu dan membahayakan warga jika terjadi gempa lagi,” ujarnya. (*)








