AyoTau, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, mendampingi Selvi Gibran Rakabuming dalam kegiatan “Hunian Tangguh: Berbagi, Belajar dan Beraksi untuk Lingkungan” di Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kota Palu, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Tidak hanya sebagai limbah, sampah dapat dipilah, diolah, dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.
Selvi Gibran yang hadir bersama para Ibu Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih (KMP) mengajak warga memulai kebiasaan menjaga lingkungan dari rumah masing-masing.
Ia menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak untuk memilah sampah sejak dini. Sampah yang telah dipilah dapat diolah sesuai jenisnya sehingga memberikan manfaat lebih besar.
“Dari lingkungan terkecil, dari rumah kita sendiri. Kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk mulai memilah sampah. Sampah yang sudah dipilah bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai,” ujar Selvi.
Menurutnya, sampah organik dapat diolah menjadi eco-enzyme yang memiliki berbagai manfaat, termasuk untuk tanaman. Sementara itu, sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Karena itu, Selvi mendorong adanya pembinaan terhadap kelompok masyarakat yang bergerak dalam pengelolaan sampah. Pembinaan dinilai penting agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas, rapi, serta mampu mengikuti kebutuhan dan tren pasar.
“Kelompok pengelolaan sampah ini diberikan pembinaan dan hasil karyanya bisa dibuat lebih rapi lagi serta disesuaikan dengan tren sekarang, seperti tas dan lain-lain,” katanya.
Selvi juga mengajak masyarakat membangun gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan secara bersama-sama.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan nyaman tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.
“Gaya hidup kita bangun sama-sama untuk menjaga lingkungan, lingkungan bersih dan nyaman. Untuk penerus kita nanti, ini bisa kita terapkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Selvi Gibran tampak berinteraksi langsung dengan masyarakat dan kelompok pengelola sampah. Ia menyapa peserta sekaligus memberikan motivasi agar upaya pemanfaatan sampah terus dikembangkan.
Rombongan juga meninjau berbagai hasil karya kelompok pengelola sampah di Huntap Talise. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa sampah yang dikelola secara kreatif dapat diubah menjadi barang yang lebih bermanfaat.
Selvi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten di lingkungan masyarakat.
“Tidak hanya berhenti hari ini. Bisa dilanjutkan dan membawa manfaat untuk lingkungan masing-masing,” pesannya.(*)






