AyoTau, Sigi – SMKN 1 Sigi di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, menghadapi persoalan keterbatasan tenaga pendidik. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Aristan) saat melakukan kunjungan kerja koordinasi dan komunikasi dalam daerah, Kamis (22/10/2026).
Dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan kebutuhan penambahan guru, terutama untuk kompetensi keahlian Mekanisasi Pertanian dan Pengolahan Produksi.
Saat ini, masing-masing kompetensi keahlian tersebut hanya ditangani oleh satu orang guru. Kondisi ini perlu segera diantisipasi karena kedua tenaga pendidik tersebut dijadwalkan memasuki masa pensiun pada 2027.
Jika tidak disiapkan penggantinya sejak dini, keberlanjutan proses pembelajaran pada kedua kompetensi keahlian tersebut berpotensi terganggu.
Selain guru produktif, SMKN 1 Sigi juga membutuhkan tambahan tenaga pendidik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Sejarah.
Aristan meminta agar kebutuhan tenaga pendidik tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Pemetaan kebutuhan guru dinilai penting agar proses regenerasi tenaga pengajar dapat dipersiapkan sebelum memasuki masa pensiun.
Dalam kunjungan tersebut, Aristan juga melihat langsung kondisi penyelenggaraan pendidikan di SMKN 1 Sigi. Secara umum, kondisi sekolah dinilai relatif baik dibandingkan sejumlah SMK di luar Kota Palu.
Sekolah ini memiliki delapan kompetensi keahlian dengan jumlah peserta didik sekitar 750 orang, mulai dari kelas X hingga kelas XII. Minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut juga cukup tinggi setiap tahun.
Dia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui pemetaan dan pemenuhan tenaga pendidik sesuai kompetensi yang dibutuhkan sekolah.(*)












