AyoTau, Poso – Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Sulawesi Tengah mendesak penghentian sementara seluruh aktivitas pematokan dan dugaan intimidasi terhadap warga di wilayah Lore Bersaudara, Kabupaten Poso, hingga proses pendataan lahan diselesaikan secara adil dan menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Harian Satgas PKA Sulteng, Eva Susanti Bande, saat mendampingi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam kunjungan lapangan ke Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Minggu (21/12/2025).
Eva menegaskan, kehadiran Satgas PKA bersama Gubernur merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk mencegah eskalasi konflik agraria dan melindungi hak-hak masyarakat petani. Menurutnya, pendataan subjek dan objek lahan harus dilakukan secara transparan dan partisipatif.
“Seluruh aktivitas pematokan dan tindakan intimidasi harus dihentikan sementara sampai pendataan lahan selesai. Kami ingin penyelesaian yang adil, bukan yang merugikan rakyat,” tegas Eva.
Satgas PKA, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan hukum dan administrasi kepada masyarakat Lore Bersaudara agar hak-hak mereka dapat dipulihkan sesuai prinsip keadilan agraria. Eva juga menegaskan komitmen Satgas untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas bersama pemerintah daerah dan aparat terkait.(*)














