PT Vale Perkuat Sinergi dengan Pemkab Morowali, Proyek Nikel US$2 Miliar Terus Dikebut

Ayotau, Morowali– Kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah menjadi kunci menjaga stabilitas investasi sekaligus mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan PT Vale Indonesia Tbk melalui pengembangan proyek strategis nasional Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi, PT Vale yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menggelar kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (11/3), di Port Facilities Bahomotefe, Bungku Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Morowali Iksan Baharudin Abd Rauf, Ketua DPRD Morowali Herdiyanto Marzuki, Dandim 1311 Morowali Letkol Inf. Abraham Sada Panjaitan, Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Arka Wiyasa, serta jajaran manajemen PT Vale yang dipimpin Presiden Direktur & CEO Bernardus Irmanto, Chief Project Officer Muhammad Asril, dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Budiawansyah.

Momentum silaturahmi ini juga menjadi ruang dialog strategis antara perusahaan dan pemerintah daerah guna memperkuat hubungan yang transparan serta selaras dengan visi pembangunan Morowali.

Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa IGP Morowali merupakan investasi strategis senilai sekitar US$2 miliar yang dirancang untuk memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia.

Proyek tersebut meliputi pengembangan tambang serta pembangunan fasilitas pengolahan berbasis High Pressure Acid Leach (HPAL) yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2026 hingga 2027.

“Capaian progres proyek yang sangat baik ini tidak dapat terwujud tanpa dukungan seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Morowali dan jajaran Forkopimda. Kami berharap kemitraan strategis ini terus berjalan dan semakin memperkuat kontribusi sektor hilirisasi bagi pembangunan daerah,” ujar Bernardus.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan.

Saat ini, pembangunan infrastruktur tambang IGP Morowali telah mencapai progres konstruksi 99 persen. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam memastikan kesiapan operasional proyek. Sementara itu, pembangunan fasilitas pengolahan HPAL telah mencapai sekitar 27 persen dan terus berjalan sesuai rencana.

Sepanjang tahun ini, proyek IGP Morowali juga mencatatkan kinerja positif dengan penjualan sekitar 2,2 juta ton bijih nikel. Pencapaian ini dinilai menjadi milestone penting dalam menjaga kesinambungan arus kas perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah dan negara.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan arahan dari Bupati serta seluruh unsur Forkopimda. Perjalanan investasi tentu memiliki dinamika, namun melalui dialog terbuka dan kerja sama yang kuat kami yakin seluruh tantangan dapat dihadapi bersama,” tambah Bernardus.

Selain fokus pada pengembangan industri hilirisasi, PT Vale juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan. Salah satunya dengan pembangunan fasilitas nursery sebagai bagian dari program reklamasi dan revegetasi area tambang.

Fasilitas pembibitan tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 700 ribu bibit per tahun yang akan digunakan untuk pemulihan ekosistem dan revegetasi lahan secara bertahap di wilayah operasional perusahaan.

Di sisi lain, PT Vale juga menjalankan berbagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang mencakup delapan pilar pembangunan sesuai ketentuan Kementerian ESDM, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, peningkatan pendapatan masyarakat, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan, serta pembangunan infrastruktur.

Program tersebut meliputi peningkatan layanan kesehatan, dukungan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi tenaga kerja lokal, hingga pengembangan ekonomi produktif berbasis komunitas.

“Seluruh inisiatif ini dirancang agar pertumbuhan bisnis perusahaan berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelas Bernardus.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd Rauf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Vale dalam membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah daerah serta menyelesaikan berbagai dinamika secara profesional.

“Saya melihat PT Vale merupakan salah satu perusahaan tambang yang menunjukkan komitmen penuh. Selama satu tahun saya menjabat, hanya sekali kami menghadapi konflik besar dengan PT Vale dan seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa menyisakan masalah. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan,” ujarnya.

Ia juga menilai langkah PT Vale membangun smelter di Sambalagi serta mengelola tambang di Bungku Timur sebagai keputusan strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Morowali.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara PT Vale Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Morowali, diharapkan seluruh agenda pembangunan dan investasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Silaturahmi tersebut menjadi simbol bahwa dialog terbuka, kemitraan yang kuat, dan komitmen bersama merupakan kunci dalam menciptakan stabilitas investasi serta menghadirkan manfaat jangka panjang bagi pembangunan daerah dan masa depan industri pertambangan Indonesia. (**)