Pemprov Komitmen Wujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak

Ayotau, Palu – Kepala DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Provinsi Sulteng, Zubair, mengungkapkan pihaknya komitmen untuk mewujudkan kabupaten/kota layak anak (KLA).

“Kabupaten/kota berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut di masing-masing daerahnya,” ucapnya saat workshop evaluasi kabupaten/kota layak anak, baru-baru ini.

Workshop bertujuan sebagai ruang berdiskusi dan pemecahan masalah atau kendala-kendala yg dihadapi dalam mewujudkan KLA, serta memberikan pelatihan kepada peserta tentang proses pelaksanaan.

“Saya mengapresiasi kabupaten/kota yang sudah mendapatkan predikat pratama KLA,” ucap Kadis.

Kota Layak Anak atau KLA adalah kabupaten atau kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakatnya dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program, seta kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng, Dr Zubair M.Si, mengharapkan operator Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) lebih proaktif. Hal ini disampaikan saat Pelatihan Sistem Pendataan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak melalui SIMFONI PPA Tahun 2022, Senin, 26 September 2022.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini semua operator dari kabupaten/kota lebih proaktif dalam menginput laporan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ucap Zubair.

Kegiatan dilaksankan untuk memberikan pedoman dan acuan bagi unit pelayanan terpadu, OPD, Instansi/Lembaga serta organisasi terkait tentang cara pencatatan dan penginputan data kekerasan perempuan dan anak melalui aplikasi SIMFONI PPA Versi 2.0, serta untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi petugas pengelola data dalam mewujudkan “Satu Data Kekerasan” melalui Aplikasi SIMFONI PPA. (JT)

Komentar