AyoTau, Palu – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina, menegaskan bahwa proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan secara transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), termasuk perempuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Novalina selaku Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama menanggapi dinamika keterwakilan perempuan dalam proses seleksi yang saat ini masih berlangsung.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak memandang kesetaraan gender sebagai sekadar formalitas, melainkan sebagai prinsip penting dalam tata kelola pemerintahan yang profesional dan inklusif.
“Seleksi ini dirancang untuk memberikan ruang yang sama bagi seluruh ASN, baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada satu pun ketentuan yang membatasi berdasarkan gender. Siapa pun yang memenuhi kualifikasi memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi,” tegas Novalina.
Ia menjelaskan, keterwakilan perempuan dalam jabatan strategis sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi dan kesiapan individu untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan.
Menanggapi sorotan terkait minimnya figur perempuan dalam hasil seleksi administrasi, Novalina mengungkapkan bahwa dari 85 peserta yang lolos tahap administrasi, sebanyak 19 orang atau sekitar 22 persen merupakan ASN perempuan.
“Faktanya, angka ini menunjukkan bahwa ruang sudah terbuka. Kami sangat mengapresiasi dedikasi 19 rekan ASN perempuan yang telah mengambil bagian dalam proses ini. Namun, panitia seleksi tidak bisa memaksakan angka persentase tertentu jika sejak awal partisipasi pendaftar memang terbatas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Novalina menekankan bahwa meskipun keterwakilan perempuan merupakan aspek yang penting, proses seleksi tetap harus mengedepankan kompetensi dan kapasitas kepemimpinan.
Menurutnya, pejabat yang nantinya terpilih akan memegang tanggung jawab besar dalam menjalankan kebijakan pemerintahan dan pelayanan publik bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
“Kami tidak hanya mencari pengisi jabatan, tapi mencari pemimpin yang kompeten. Pemenuhan keterwakilan 30 persen tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan standar kualitas kepemimpinan. Ke depan, tantangan birokrasi semakin kompleks sehingga kapasitas dan kapabilitas menjadi tolok ukur utama yang tidak bisa ditawar,” ungkapnya.
Sebagai perempuan yang saat ini menduduki jabatan tertinggi dalam birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina menilai keberadaannya sebagai Ketua Pansel menjadi bukti bahwa peluang perempuan untuk menempati posisi strategis terbuka lebar.
Ia menegaskan tidak ada praktik diskriminasi gender dalam proses seleksi yang sedang berlangsung.
“Kesempatan itu nyata. Tinggal bagaimana kita mendorong lebih banyak kader terbaik untuk berani tampil dan berkompetisi,” katanya.
Saat ini, proses Seleksi Terbuka JPT Pratama masih berlanjut pada tahap uji publik untuk menghimpun masukan masyarakat. Hasil dari tahapan tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi Gubernur Sulawesi Tengah dalam menentukan pejabat yang dinilai paling tepat untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintah provinsi.(*)







